IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah

Angga Bratadharma    •    Selasa, 05 Dec 2017 09:30 WIB
ihsg
IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Bursa Wall Street ditutup bervariatif pada perdagangan semalam, mencerna berbagai hal yang ada. Saham–saham berbasis teknologi dan ritel memimpin penguatan, seiring lebih jelasnya arah reformasi pajak Amerika Serikat (AS) di mana Senat meloloskan rencana pemangkasan pajak pada Sabtu pagi.

Samuel Research Team mengungkapkan pemangkasan pajak tersebut menguntungkan berbagai korporasi di AS, sehingga juga membawa dampak positif bagi para investor di sana. Selain itu, rencana akuisisi Disney atas aset 21st Century Fox pun mulai kembali mencuat sehingga berhasil mendongkrak harga saham keduanya.

"Di mana saham Disney melonjak 4,7 persen. Sementara saham Fox naik 2,8 persen," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat meskipun Inggris dan Uni Eropa gagal untuk mencapai negosiasi mengenai Brexit, dengan perbatasan Irlandia menjadi concern utama. Adapun bursa Asia pada hari ini dibuka cenderung melemah, seiring dengan rilis data-data dari Tiongkok yang kurang memuaskan.

Pada Senin kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound ke level 5.998,19 (+0,77 persen) merespons menurunnya kekhawatiran investor mengenai kebijakan pajak di AS. Samuel Research Team menilai disahkannya reformasi pajak dapat menjadi ancaman bagi IHSG, sehingga Samuel Research Team melihat IHSG berpotensi melemah.

"Rilis data inflasi dalam negeri pada bulan November juga berpotensi menjadi penentu arah IHSG, di mana Badan Pusat Statistik mencatat inflasi November tercatat cuma 0,2 persen atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada November sejak 2014," sebut Samuel Research Team.


(ABD)