Laju IHSG Diprediksi Menguat

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Sep 2018 08:16 WIB
ihsg
Laju IHSG Diprediksi Menguat
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan hari ini didukung dengan kondisi perekonomian Indonesia yang sampai saat ini masih bergerak stabil. Sejumlah katalis positif diharapkan terus berdatangan agar IHSG tidak mudah terhempas ke zona merah.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan, pada Senin 10 September 2018, IHSG ditutup melemah 20,35 poin di level 5.831,12 setelah sempat tertekan cukup pesimistis diawal sesi perdagangan karena investor bersikap hati-hati menjelang libur pada Selasa. Saat itu, sektor keuangan tertekan 0,65 persen dan menjadi penekan pergerakan sejak awal sesi.

Untuk hari ini, lanjutnya, secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi namun masih di atas moving average lima hari dengan indikasi menguat menguji resisten moving average 50 dan 20 dalam jangka waktu pendek. Indikator stochastic terkonfirmasi golden-cross pada area oversold dengan momentum murah dari indikator RSI.

"Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguat namun terbatas dengan support resisten 5.809-5.911," kata Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2018.

Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, dalam pekan pendek ini IHSG bergerak cukup moderat dan berada dalam rentang konsolidasi wajar didukung rilis data penjualan eceran.

"Rilis data penjualan adalah satu faktor yang menunjukkan bahwa kondisi perekonomian masih berada dalam kondisi stabil sehingga potensi kenaikan IHSG masih terbuka cukup lebar," kata William, seraya memprediksi hari ini pergerakan IHSG akan melaju naik pada rentang 5.671 sampai 5.889.

Berikut beberapa saham-saham yang bisa dicermati di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Elnusa Tbk, PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Selain itu, perlu pula mencermati PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Alam Sutera Reality Tbk (ASRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).


(ABD)