IHSG Dibuka Melemah di Perdagangan Awal Pekan

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 09:33 WIB
ihsg
IHSG Dibuka Melemah di Perdagangan Awal Pekan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi di awal pekan terpantau melemah. IHSG masih mendapat sentimen negatif meski pemerintah terus menerus mengoptimalkan penerapan program amensti pajak guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

IHSG Senin, 17 Oktober, IHSG perdagangan pagi dibuka melemah sebanyak 4,65 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 5.395. Sedangkan saham unggulan LQ45 melemah sebanyak 1,51 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 929. Sedangkan JII juga terpantau melemah sebanyak 3,31 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 738.

Baca: Indeks Berpotensi Lakukan Teknikal Rebound ke 5.410

Pagi ini, seluruh sektor bergerak tidak beraturan dalam artian ada yang melemah dan ada yang menguat. Sektor pertambangan menguat 15,53 poin, sektor infrastruktur menguat 2,75 poin, dan sektor perkebunan menguat 0,18 poin. Sedangkan sektor konsumer melemah 8,16 poin, sektor manufaktur melemah 4,36 poin, dan sektor properti melemah 1,59 poin.


Sumber: IMQ21

Adapun volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 1,04 miliar lembar saham senilai Rp545 miliar. Sebanyak 119 saham mengalami penguatan, sebanyak 85 saham mengalami pelemahan, sebanyak 79 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan, dan sebanyak 293 saham tidak mengalami perdagangan.

Sementara itu, Analis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko memperkirakan, pergerakan IHSG memiliki peluang untuk melakukan teknikal rebound ke posisi 5.410, setelah mengalami pelemahan di sepanjang minggu kemarin hingga bertengger di level 5.399.


Sumber: IMQ21

Menurutnya walau indeks mengalami koreksi wajar selama satu pekan kemarin, tapi keadaan jenuh beli telah menahan kejatuhan yang lebih lanjut. Kondisi itu diproyeksikan ‎‎memicu kembalinya kaum bullish untuk melakukan aksi bargain hunting pada saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua pilihan.

Baca: Gerak Indeks Melejit di Akhir Pekan

"Sehingga, potensi untuk terjadi perubahan tren jangka pendek ke atas dapat terjadi, dengan misi kembali ke resisten awal di level 5.410," kata Yuganur, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

 


(ABD)