IHSG Ditutup Menguat 0,5%

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 18 May 2017 16:20 WIB
ihsg
IHSG Ditutup Menguat 0,5%
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu mempertahankan penguatannya hingga akhir penutupan perdagangan sore ini.

Pantauan Metrotvnews.com, Kamis 18 Mei 2017, IHSG ditutup menguat 29,959 poin atau setara 0,534 persen ke posisi 5.645. Pada bel pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat dibuka ke level 5.590.

Volume perdagangan saham sore ini ditutup sebanyak 8,4 miliar lembar senilai Rp7,2 triliun. Sebanyak 148 saham menguat, 161 saham melemah, 123 saham stagnan, dan terjadi 339.932 kali frekuensi.

Sore ini, indeks saham unggulan LQ45 naik 7,10poin atau setara 0,8 persen ke posisi 941. Indeks saham syariah JII juga naik 1,10 poin atau setara 0,2 persen ke 720.

Seluruh sektor terpantau bergerak stabil menguat hingga sore ini. Sektor yang melemah masih dipegang dari infrastruktur dan properti. Sementara konsumer menjadi yang paling menguat sebesar 23,58 poin.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terangkat Rp1.925 ke Rp72.025, PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce T Tbk (SCCO) naik Rp650 ke Rp10.400, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp450 ke Rp17.400.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) merosot Rp400 ke Rp6.500, PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) melemah Rp230 ke Rp3.060, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp225 menjadi Rp18.100.

‎Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya‎ memproyeksikan jika indeks akan berpeluang menguat kembali dan mempertahankan support paling bawah di posisi 5.602. "Penguatan indeks dibantu oleh aliran modal masuk (capital inflow) seiring kuatnya fundamental ekonomi domestik," kata William.

Menurut William, indeks berpeluang menguat ke level resisten 5.691 yang ditunjang oleh sentimen arus dana masuk ke dalam pasar modal Indonesia yang tercatat positif secara year-to-date. "Selain itu, rilis data perekonomian masih menunjukkan bahwa secara fundamental perekonomian masih dalam kondisi stabil dan terkendali," pungkas William.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA