Saham Waskita Tertekan Sentimen Negatif

   •    Kamis, 14 Sep 2017 10:52 WIB
waskita karya
Saham Waskita Tertekan Sentimen Negatif
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) belum berhasil melepaskan diri dari tekanan jual akibat sentimen negatif dari pengumuman perseroan yang belum berhasil melakukan divestasi atas 10 ruas tol yang dimiliki melalui anak usaha Waskita Toll Road.

Dalam perdagangan kemarin, saham berkode perdagangan WSKT itu masih turun sebesar 1,89 persen atau 35 poin dari penutupan hari sebelumnya Rp1.890 menjadi 1.855 per lembar sahamnya. Bila dihitung sejak level tertinggi saham Waskita di 2.130 atau satu hari sebelum pengumuman belum terealisasinya penjualan ruas tol mereka Selasa 12 September saham Waskita telah merosot 12,91 persen.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan di situs Bursa Efek Indonesia, rencana penjualan 10 ruas tol belum terlaksana karena penawaran yang masuk dari calon investor belum memenuhi target yang diharapkan perusahaan.

Selanjutnya, sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi pendanaan proyek-proyek infrastruktur terutama jalan tol, Waskita dan Waskita Toll Road tetap berencana melakukan divestasi ruas jalan tol dimaksud. Skema atas divestasi tersebut masih dalam kajian manajemen.

Sebagai informasi tambahan, nilai kontrak baru Waskita yang sudah diperoleh sampai dengan minggu pertama September 2017 sebesar Rp43 triliun, yang masih didominasi proyek infrastruktur khususnya jalan tol.

Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengaku timnya segera menindaklanjuti pembatalan penjualan ruas tol tersebut dengan meminta klarifikasi. Mandiri Sekuritas saat ini merupakan underwriter dari PT Jasa Marga Tbk yang memang berminat mengakuisisi ruas tol milik Waskita.

"Untuk Waskita, tim sedang mau minta klarifikasi rencana ke depan bagaimana. Harapannya memang mereka jadi jual. Kalau jadi jual, Jasa Marga ingin sekali akuisisi. Kalau dari sisi keraguan menjual, saya rasa tidak, ya, karena aset-asetnya sudah proven dan prospek masih bagus," ujarnya.

Jasa Marga berniat memiliki aset yang sifatnya strategis di jalan tol dan mengonsolidasikannya dalam laporan keuangan mereka. Oleh karena itu, bila jadi mengakuisisi, Jasa Marga ingin dalam posisi mayoritas.

Berpotensi Rebound

Secara terpisah, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama melihat rencana divestasi ruas tol milik pasti akan dilakukan. Waskita bakal mengubah strategi penjualan mereka agar bisa terealisasi. Terkait dengan penurunan harga saham WKST saat ini, Nafan menilai hal itu hanya akan berlangsung sementara.

Secara teknis, saat ini terlihat pola bullish spinning top candle pada daily chart mengindikasikan adanya peluang rebound pada pergerakan harga saham WSKT.

"Bisa akumulasi beli dengan target jangka pendek di level 1985. Mudah-mudahan skema bundling yang ditawarkan Waskita ini akan memberikan harapan baru yang menjadi katalis positif terhadap penguatan harga saham mereka ke depannya. Artinya merosotnya harga saham tersebut hanya bersifat sementara," jelas Nafan.

Lagi pula, pembangunan proyek infrastruktur yang terus berlangsung akan membuat perekonomian Indonesia terus bertumbuh dan hal itu akan menguntungkan emiten seperti Waskita Karya. Sementara itu, kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 26,64 poin dipicu koreksi saham-saham pada sektor pertambangan. (Media Indonesia)


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

18 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA