Gejolak Penurunan Rupiah Diprediksi Masih Terus Berlanjut

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 16 Jun 2017 08:45 WIB
kurs rupiah
Gejolak Penurunan Rupiah Diprediksi Masih Terus Berlanjut
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang masih mengalami pelemahan membuka peluang untuk terus mengalami pelemahan. Namun demikian, penurunan tersebut diharapkan terbatas dalam artian tidak terus berlanjut.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap USD bergerak melemah pada perdagangan Kamis 15 Juni 2017. Setidaknya, mata uang Garuda mengalami pelemahan sebanyak 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp13.286 per USD.

"Dengan pelemahan maka rupiah akan menurun kembali. Walaupun turun bisa lebih terbatas, seiring masih positifnya sentimen dari dalam negeri," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Dengan adanya proyeksi tersebut, lanjut Reza, maka rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran support Rp13.300 per USD, sedangkan posisi resisten berada di Rp13.268 per USD. "Tetap cermati berbagai sentimen yang ada dan antisipasi terhadap perubahan arah rupiah," kata Reza.

Reza menyatakan, pergerakan rupiah kembali mengalami pelemahan tipis, setelah terimbas penguatan mata uang negeri Paman Sam usai merespons kenaikan suku bunga AS. Pelaku pasar kembali melakukan aksi beli pada USD dan akhirnya membuat sejumlah mata uang melemah, termasuk rupiah.

Tampaknya, masih kata Reza, sentimen dari the Fed mengalahkan positifnya sentimen dari dalam negeri. Apalagi pemerintah merilis paket kebijakan ke-15 yang berkaitan dengan logistik nasional.

"Penilaian kewajaran asumsi makro 2018 Indonesia oleh Bank Dunia juga tidak berpengaruh pada rupiah. Akhirnya rupiah melemah hingga akhir perdagangan kemarin," tutup Reza.


(ABD)