Bayar Utang, Intiland Dapat Kucuran Dana Rp2,8 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 31 Jan 2019 19:58 WIB
intiland development
Bayar Utang, Intiland Dapat Kucuran Dana Rp2,8 Triliun
Intiland. Dok;MI.

Jakarta: Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) memperoleh fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp2,8 triliun. Fasilitas kredit sindikasi dikucurkan Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Central Asia (BCA) yang masing-masing senilai Rp1,63 triliun dan Rp1,17 triliun tingkat bunga 10,5 persen dengan tenor delapan tahun.

"Pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini memberikan dampak positif bagi Intiland untuk mengeksekusi rencana-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja usaha," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.

Pemberian fasilitas kredit sindikasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang telah dijalin sejak September tahun lalu. Pengucuran fasilitas kredit sindikasi tersebut secara resmi telah ditandatangi oleh masing-masing pihak Intiland, BNI, dan BCA pada 21 Desember 2018 lalu.

Archied menjelaskan, pendanaan ini merupakan kredit investasi yang digunakan untuk pendanaan ulang (refinancing) serta menambah modal kerja (working capital). Perseroan rencananya mengalokasikan sebagian besar kucuran kredit tersebut untuk refinancing pinjaman ke delapan bank dan melunasi hutang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan tahun ini.

Intiland pada saat ini tercatat memiliki pinjaman ke sejumlah bank dengan tingkat bunga dan tenor pinjaman yang berbeda-beda. Kondisi ini menyebabkan model pengelolaan hutang menjadi kurang efisien dari sisi cost of fund maupun proses administrasinya.

Langkah refinancing lewat pelunasan hutanghutang tersebut memberikan manfaat positif bagi perseroan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain menurunkan beban biaya bunga, menyederhanakan proses administrasi, serta memperbaiki struktur keuangan perseroan.

“Dengan mendapatkan tenor pinjaman lebih panjang, kami punya ruang lebih longgar untuk mengatur struktur keuangan dan pendanaan untuk pengembangan usaha. Total pinjaman bank yang kami refinancing sebesar Rp2,16 triliun, pelunasan obligasi senilai Rp428 miliar dan untuk working capital sekitar Rp221,67 miliar,” ungkap Archied.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan bahwa penyaluran kredit BNI bersama dengan BCA untuk PT Intiland Development Tbk merupakan salah satu bentuk dukungan korporasi pada sektor properti. Ini juga merupakan bentuk dukungan BNI untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. 

Dalam perjanjian kredit sindikasi ini, selain sebagai Join Mandated Lead Arranger & Bookrunner (JMLAB), BNI juga berperan sebagai Facility Agent dan Escrow Agent.

"Kesepakatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara bank BUMN dengan perbankan swasta yang terus berjalan dalam memicu penyaluran kredit ke sektor properti," ujar Wahju.


(SAW)