Laba Wijaya Karya Terkerek Rp1,2 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 14 Mar 2018 19:15 WIB
wijaya karya
Laba Wijaya Karya Terkerek Rp1,2 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencetak laba sebesar Rp1,2 triliun pada 2017 atau tumbuh 13,51 persen dari posisi Rp1,05 triliun di akhir 2016. Pertumbuhan laba didukung oleh pendapatan perseroan yang naik menjadi Rp26,17 triliun.

"Pencapaian laba 2017 ini hampir dua kali lipat dari laba di 2015 yang hanya berada pada kisaran Rp675 miliar dan melonjak signifikan dari laba 2017 yang mencapai Rp1,06 triliun," ungkap Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo, dalam siaran persnya, Rabu, 14 Maret 2018.

Kontribusi penjualan terbesar, dia mengaku, datang dari sektor infrastruktur dan bangunan gedung sebesar 62,25 persen, sektor industri penunjang infrastruktur berkontribusi sebesar 17,92 persen, sektor energi dan industrial plant sebesar 14,41 persen serta sektor realti dan properti berkontribusi sebesar 5,41 persen.

"Bukan hanya laba kita yang bukukan terbesar sepanjang sejarah WIKA, kesehatan keuangan perseroan pun mencapai yang terbaik. Posisi kas dan setara kas juga mencapai Rp11,25 triliun, posisi utang berbunga sebesar Rp9,01 triliun," jelas dia.

Beban pokok penjualan perseroan naik 72,88 persen, dari Rp13,47 triliun pada 2016 menjadi Rp23,30 triliun pada 2017. Hal itu mendorong laba bruto tumbuh 31,21 persen dari Rp2,19 triliun pada 2016 menjadi Rp2,87 triliun pada 2017.

Bintang menambahkan perseroan mencatatkan laba pada investasi pada ventura bersama naik menjadi Rp572,70 miliar pada 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp378,83 miliar.

Lalu, WIKA pun mencatatkan pendapatan bunga naik menjadi Rp241,82 miliar dari periode 2016 sebesar Rp50,97 miliar. Selain itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp666,71 miliar pada 2017.

Kemudian, posisi liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp31,05 triliun dan Rp14,6 triliun. WIKA juga mencatatkan kas yang diperoleh dari operasi sebesar Rp1,88 triliun.


(AHL)