Total Aset Capai Rp250 Triliun, Kadin Ajak Perusahaan Medan IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Oct 2016 14:48 WIB
ipo
Total Aset Capai Rp250 Triliun, Kadin Ajak Perusahaan Medan IPO
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. MTVN/Eko Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Medan: Total aset dan dana pihak ketiga (DPK) dari perbankan di Sumatera Utara (Sumut) masih minim, kurang lebih masing-masing mencapai Rp250 triliun dan Rp198 triliun. 

Dengan adanya keadaan itu, maka perusahaan sangat sulit mengakses pembiayaan perbankan. Sehingga dibutuhkan pembiayaan alternatif dari pasar modal yang cukup banyak dan berjangka waktu panjang.

"Perusahaan di Medan harus ke pasar modal dari pada perbankan. Pasar modal akses mudah dan jangka panjang. Dengan total aset Rp250 triliun dan DPK Rp198 triliun.‎ Itu membuat cari dana di perbankan sulit. Karena tingginya industri di sini, tidak mungkin untuk di perbankan. Alternatifnya pasar modal," tegas Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani‎, d‎itemui di Hotel Grand Aston, Medan, Selasa (18/10/2016).

Rosan menyebutkan banyak aksi perusahaan yang bisa dijalankan, seperti pelepasan saham perdana atau IPO, penerbitan obligasi dan lain-lain. Namun, perusahaan lebih diuntungkan mencari pembiayaan lewat IPO. Diharapkan permodalan perusahaan lebih baik dan kuat. 

"Jadi ini lebih memudahkan akses permodalan, dan lebih menyesuaikan cashflow. Ini di Medan ada kawasan industri yang terbaik di Indonesia yaitu Sei Mangkei, itu juga akan memberikan stimulus‎ bagi perusahaan untuk meningkatkan industri," tegas Rosan.

Oleh karena itu Rosan mengajak perusahaan yang ada di Medan untuk masuk ke pasar modal lewat mekanisme IPO. 

"Sosialisasi ini perlu dan seyogyanya dilakukan untuk berinvestasi di pasar modal. Pertumbuhan di pasar modal market valuenya sangat besar," ‎tutup Rosan.

‎Sebelumnya, hanya ada enam perusahaan di Sumut, khususnya hanya Medan yang baru memanfaatkan pasar modal sebagai sumber mencari dana pembiayaan. Padahal potensi tersebut bisa lebih besar, mengingat tingginya pertumbuhan ekonomi dan industri yang ada di Sumut.

Perkembangan industri di Medan menyumbang besar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara. Tapi, jumlah perusahaan yang sudah go public (IPO) di pasar modal masih sedikit yaitu baru enam perusahaan.

‎"Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, industri, pendapatan per masyarakat, dan statusnya sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, jumlah perusahaan yang masuk ke pasar modal harusnya jauh lebih besar dari enam perusahaan. Menurut perhitungan saya, ada sekitar 27 perusahaan yang bisa melantai di bursa," ujar Rosan.


(SAW)