Bisnis Otomotif Astra Gapai Laba Rp2,3 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 20 Apr 2017 11:44 WIB
astra otoparts
Bisnis Otomotif Astra Gapai Laba Rp2,3 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bisnis otomotif dari PT Astra International Tbk (ASII) meraup peningkatan laba bersih sebesar 45 persen menjadi Rp2,3 triliun hingga kuartal I-2017. Pertumbuhan laba diakibatkan oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru yang diluncurkan pada 2016 dan terus berlanjut hingga 2017.

"Kesuksesan penjualan model baru di 2016 dan berlanjut di 2017 membuat peningkatan laba bisnis otomotif Astra. Penjualan mobil secara nasional meningkat enam persen menjadi 283.000 unit," papar Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dalam siaran persnya, Kamis 20 April 2017.

Penjualan nasional mobil Astra, kata Prijono, meningkat sebesar 27 persen menjadi 161.000 unit. Hal itu mengakibatkan peningkatan pangsa pasar dari 48 persen menjadi 57 persen. Grup telah meluncurkan satu model baru dan dua model revamped selama periode ini.

Kemudian, penjualan sepeda motor nasional menurun sebesar tujuh persen menjadi 1,4 juta unit. Walaupun  penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) mengalami penurunan sebesar dua persen menjadi 1,1 juta unit, namun pangsa pasar AHM meningkat dari 72 persen menjadi 77 persen. Karena, didukung oleh peluncuran empat model baru dan enam model revamped selama periode ini.

Prijono mengungkapkan, anak usaha perseroan di bidang komponen yaitu PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat peningkatan laba bersih sebesar 83 persen menjadi Rp148 miliar. Kinerja itu didukung oleh peningkatan pendapatan dari bisnis pasar pabrikan otomotif atau original equipment manufacturer (OEM) dan bisnis aftermarket serta peningkatan kontribusi dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi‎.

Sebagaimana diketahui, selama tiga bulan pertama di 2017, Astra International mencetak laba bersih sebesar Rp5,08 triliun, atau mengalami pertumbuhan 63 persen bila dibanding posisi laba Rp3,11 triliun di kuartal I-2016.

Laba yang tampil ciamik ini karena perusahaan bentukan William Soeryadjaya tersebut mampu meraup pendapatan yang tumbuh signifikan sebesar 16 persen, dari posisi Rp41,88 triliun menjadi Rp48,78 triliun di akhir Maret 2017. Hal itu juga mendorong laba per saham perseroan menjadi Rp126 per saham.

"Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada kuartal pertama 2017. Ke depan, grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi, walaupun bisnis otomotif diperkirakan menghadapi persaingan harga yang lebih kompetitif," ungkap Prijono.


(AHL)