BEI Masih Optimistis Emiten Baru Lampaui 30

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 15 May 2017 19:25 WIB
bei
BEI Masih Optimistis Emiten Baru Lampaui 30
Illustrasi. MI/Panca.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan jumlah emiten baru akan mencapai di atas 30 pada sepanjang 2017. Sampai saat ini baru ada tujuh perusahaan yang telah resmi menjadi emiten di tahun ini.

"Saya percaya tahun ini bisa di atas 30 perusahaan," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Menurut Tito, pada saat ini ada sebanyak 16-17 perusahaan yang masih dalam pipeline untuk melaksanakan IPO. Tapi, sampai saat ini bursa belum menerima ada anak usaha BUMN yang berencana melantai di pasar modal.

‎Pada tahun ini, bursa memasang target‎ jumlah emiten baru mencapai 35 perusahaan. Angka emiten tersebut lebih besar bila dibanding raihan di tahun 2016. Bursa juga optimis bisa meraih target 35 emiten di tahun ini.

Perusahaan yang resmi menjadi emiten pertama di tahun ini adalah PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. Emiten kedua yaitu PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS). Setelah itu yang ketiga ada PT Sanurhasta Mitra Tbk. 

Kemudian ada empat emiten terakhir, ‎P‎T Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), ‎P‎T Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), ‎P‎T Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), ‎dan P‎T Cahayasakti Investindo Sukses Tbk ‎(CSIS).

‎Emiten Cahayasakti Investindo Sukses telah resmi menjadi emiten dengan menawarkan harga sebesar Rp300 per saham. Perseroan setidaknya m‎elepas saham sebanyak-banyaknya 207 juta saham‎. Dengan harga Rp300 per saham, maka dana segar yang bakal didapat Rp62,1 miliar.

P‎enjamin pelaksana emisi efek IPO CSIS,‎ yaitu PT Ciptadana Sekuritas Asia. Sedangkan penjamin emisi efek yang telah ditujuk, antara lain ‎PT Bosowa Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT Erdhika Elit Sekuritas, PT Lautandhana Securindo, dan PT Panca Global Securities.

Catatan Metrotvnews.com, dana hasil dari IPO CSIS sebanyak Rp62,1 miliar setelah dikurangi biaya emisi saham, rencananya sekitar 78 persen akan digunakan untuk modal kerja, sekitar 10 persen untuk pembayaran sebagian pokok utang ke PT Bank China Construction Indonesia ‎(MCOR), dan sisanya 12 persen untuk modal kerja.



(SAW)