Resmi IPO, Harga Saham Transcoal Pacific Melesat 69%

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 06 Jul 2018 09:32 WIB
emitenbeipasar modalipo
Resmi IPO, Harga Saham Transcoal Pacific Melesat 69%
Suasana ketika manajemen Transcoal Pacific resmi melakukan IPO (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: PT Transcoal Pacific Tbk resmi mencatatkan sahamnya atau melakukan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Dalam aksi korporasi itu, Transcoal Pacific melepas saham sebanyak-banyaknya satu miliar saham di harga Rp138 per saham.

Pantauan Medcom.id di Gedung BEI, pada saat perdana listing, saham TCPI langsung naik 69,57 persen atau setara Rp234 dari harga penawaran awal Rp138 per saham. Saham perusahaan jasa pelayaran ini ini ditransaksikan sebanyak satu kali dengan volume sebanyak 100 lot dan nilai transaksi yang didapatkan ‎sebesar Rp2,34 miliar.

Komisaris Utama Transcoal Pacific Achmad Sutjipto mengatakan dengan tercatatnya perusahaan ini di bursa saham akan menambah variasi saham alternatif bagi para investor. "Semoga dengan tercatatnya di bursa menjadi alternatif investasi yang menarik bagi para investor," ucap Achmad, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Dengan melepas ‎satu miliar saham di harga Rp138 per saham, Transcoal Pacific diperkirakan meraup dana segar lebih dari Rp138 miliar dari proses hajatan IPO. Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard Talumewo mengatakan jumlah saham yang ditawarkan hari ini merupakan 20 persen dari modal ditempatkan yang disetor.

"Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk go public melalui mekanisme perdagangan di BEI," ucap Richard. Catatan Medcom.id, dana hasil IPO seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja yang digunakan untuk kegiatan operasional.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gde Nyoman Yetna Setia meminta Transcoal Pacific supaya dapat menjaga keberlangsungan kinerja operasi dan keuangan serta dapat melakukan utilisasi perusahaan. Semua itu yang dibutuhkan para pemegang saham atau investor.

"Pertama tentunya tolong dijaga keberlanjutan perusahaan operasional dan finansial. Kedua, bapak-ibu untuk bisa utilize. Jangan berhenti di sini lakukan tindakan korporasi. Pasar modal bukan hanya IPO," pungkas dia.

 


(ABD)