Penguatan Rupiah Diprediksi Perlemah Imbal Hasil SUN jadi 8,70%

Angga Bratadharma    •    Jumat, 07 Sep 2018 12:01 WIB
surat utangobligasi
Penguatan Rupiah Diprediksi Perlemah Imbal Hasil SUN jadi 8,70%
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak turun didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) serta penurunan imbal hasil treasury AS. Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 8,30-8,70 persen.

"Rekomendasi seri obligasi negara yakni FR0064; FR0070; FR0071; FR0072; dan FR0075," ungkap Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Sementara itu, imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Kamis malam masing-masing turun sebesar dua bps ke level 2,87 persen dan 3,05 persen. Terbatasnya kenaikan data tenaga kerja AS di Agustus mendorong pelemahan imbal hasil.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 20,88 poin atau 0,08 persen menjadi berakhir di 25.995,87 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 10,55 poin atau 0,37 persen menjadi ditutup pada 2.878,05 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 72,45 poin atau 0,91 persen menjadi berakhir di 7.922,73 poin.

Pembuat cip AS termasuk di antara saham-saham yang berkinerja terburuk di sektor teknologi. Saham Micron Technology dan Lam Research masing-masing jatuh 9,87 persen dan 6,97 persen, ketika pasar ditutup. Apple, Amazon, Facebook dan Twitter juga berkinerja buruk.

Sementara itu, para pelaku pasar terus mengawasi pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada dan mencerna beberapa data ekonomi. Negosiator dari Amerika Serikat dan Kanada melanjutkan perundingan perdagangan untuk menjembatani perbedaan mereka pada Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

 


(ABD)