Belum Ada Tanda-tanda Perusahaan Startup IPO Tahun Ini

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 05 Apr 2018 15:05 WIB
ipo
Belum Ada Tanda-tanda Perusahaan <i>Startup</i> IPO Tahun Ini
IHSG (ANT/M Agung Rajasa).

‎Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan perusahaan rintisan yang masuk jajaran unicorn dengan valuasi sebesar USD1 miliar‎, seperti PT Gojek Indonesia (Go-Jek), PT Tokopedia, dan Bukalapak belum memberikan tanda-tanda untuk IPO di tahun ini. Go-Jek telah berkomunikasi dengan bursa terkait mekanisme dan persyaratan untuk IPO.

"Belum ada kelanjutan lagi (perusahaan unicorn bakal menjalankan IPO)," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat kepada Medcom.id, Kamis, 5 April 2018.

Samsul mengatakan bursa belum mendapatkan informasi lebih lanjut untuk mereka yang akan melaksanakan IPO. Namun bursa tetap berharap perusahaan rintisan di unicorn ini bisa menyemarakkan IPO di bursa. "Belum ada informasi lebih lanjut terkait rencana mereka. Tapi ya kami berharap," sebut dia.

Belum lama ini, bursa bakal mendorong tiga perusahaan unicorn bisa mencatatkan sahamnya‎ (IPO) di pasar modal Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut terdiri dari Go-Jek, Tokopedia, dan Bukalapak.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio sebelumnya telah mendorong ketiga perusahaan tersebut untuk IPO di bursa saham Indonesia. Meski demikian, ketiga perusahaan tersebut belum menindaklanjuti permintaan dari bursa.

"Karena pendapatan mereka itu lebih dari 90 persen di Indonesia, jadi tolong lah listed juga di Indonesia," kata Tito, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan ketika tiga perusahaan itu mencatatkan sahamnya di bursa akan bisa meningkatkan pendapatannya. Tito meyakini pelaku pasar akan menyerap ketiga saham tersebut.

Bursa sendiri belum mengetahui kendala yang dihadapi Go-Jek yang ingin melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO. Sehingga bursa tak mengetahui sisi kesulitan Go-Jek ketika hendak mau IPO.

"Kami belum pernah diskusi serius dengan mereka. Kami tidak tahu di mana kesulitan mereka, kalau tahu kan bisa dibicarakan," ungkap Samsul.

Samsul mengaku BEI pada dasarnya siap memfasilitasi perusahaan startup seperti Go-Jek yang ingin IPO. Dia mencontohkan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang telah IPO, walaupun kedua perusahaan tersebut belum mencetak keuntungan.

"Mereka sahamnya dicatatkan di papan pengembangan," jelas Samsul.



(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA