IHSG Pagi Akhir Pekan Tergelincir ke Zona Merah

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Jun 2018 09:06 WIB
ihsg
IHSG Pagi Akhir Pekan Tergelincir ke Zona Merah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terhenti dan terlempar ke zona pelemahan, sejalan dengan sejumlah indeks utama Wall Street yang juga tergelincir. Sentimen positif masih minim berdatangan baik dari dalam negeri maupun luar negeri sehingga menyulitkan IHSG kokoh berbaris di zona hijau.

IHSG Jumat, 8 Juni 2018, perdagangan pagi dibuka tergelincir sebanyak 23,37 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 6.083. Sedangkan LQ45 melemah sebanyak 5,90 poin atau setara 0,6 persen ke posisi 970 dan JII melemah 4,99 poin atau setara 0,7 persen ke posisi 690.

Pagi ini, seluruh sektor bergerak bervariasi tapi didominasi di zona merah. Sektor pertambangan menguat 5,27 poin, sektor perkebunan menguat 0,76 poin, dan sektor perdagangan menguat 0,08 poin. Sedangkan sektor infrastruktur melemah 9,16 poin dan sektor konsumer melemah 8,67 poin.

Sementara itu, kurs USD terus melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan itu terjadi karena euro meningkat lebih lanjut untuk sesi keempat berturut-turut, menyusul berita bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengurangi stimulus moneter tahun ini.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1808 dari USD1,1769 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3426 dari USD1,3410 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7620 dari USD0,7663.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 95,02 poin atau 0,38 persen, menjadi ditutup di 25.241,41 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 1,98 poin atau 0,07 persen menjadi berakhir di 2.770,37 poin, dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 54,17 poin atau 0,70 persen menjadi 7.635,07 poin.

Kenaikan moderat indeks Dow Jones terutama didukung oleh kenaikan saham McDonald's. Saham McDonald's melonjak sebanyak 4,37 persen pada akhir perdagangan. Tidak ditampik, investor berharap sejumlah saham bisa terus menguat dalam rangka memaksimalkan imbal hasil.

 


(ABD)


Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

14 hours Ago

Pailitnya Sariwangi menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan. Padahal, Sariwangi telah …

BERITA LAINNYA