Indeks Rawan Kena Koreksi dan Aksi Ambil Untung

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 08 Jan 2018 08:15 WIB
ihsg
Indeks Rawan Kena Koreksi dan Aksi Ambil Untung
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal dibayangi aksi ambil untung setelah pada perdagangan Jumat, 5 Januari 2018 yang lalu ditutup menguat ke posisi 6.353. Meski demikian, diharapkan kondisi itu tidak memberikan efek negatif signifikan sehingga membuat indeks melemah tajam.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyatakan pada akhir pekan kemarin indeks mampu mempertahankan aksi beli. Hal itu ditopang oleh pergerakan positif bursa saham Asia yang membuat IHSG berada di zona hijau dan melampaui perkiraan target resisten.

"Meski IHSG diharapkan dapat mempertahankan laju penguatan, namun waspadai aksi ambil untung yang akan memanfaatkan kenaikan tersebut," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 8 Januari 2018.

Sementara itu, Kepala Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya‎ menambahkan indeks pada hari ini diperkirakan kembali dibayangi fluktuasi harga komoditas, tapi secara umum pergerakannya tetap berpotensi melanjutkan tren penguatan jangka menengah dan panjang.

"IHSG masih cenderung memiliki pola pergerakan yang berada dalam rentang wajar. Pengaruh dari fluktuasi harga komoditas masih akan terasa pada pergerakan IHSG," tutur William.

Potensi penguatan indeks, lanjut William, ‎masih cukup besar mengingat sisi fundamental perekonomian domestik yang cukup kuat dan stabil. Jika ada koreksi wajar, bisa dimanfaatkan untuk mengakumulasi pembelian di tengah kondisi awal tahun.

"Saat ini, indeks memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.189, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.446," tuturnya.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT‎ ‎Astra International Tbk (ASII), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

‎Kemudian, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA