Harga Batu Bara Naik, Pelita Samudera Berencana Tambah Kapal di 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 05 Dec 2017 13:46 WIB
emiten
Harga Batu Bara Naik, Pelita Samudera Berencana Tambah Kapal di 2018
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Harga komoditas batu bara sedang membaik belakangan ini. Hal itu membuat PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI)‎ berencana menambah satu kapal dalam mengangkut muatan batu bara di 2018.

Perusahaan resmi IPO dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 1,006 miliar saham di harga sebesar Rp135 per saham. PSSI meraup dana segar lebih dari Rp150,9 miliar dari proses hajatan IPO tersebut.

Adanya dana segar yang didapat IPO, perusahaan bakal ‎menggunakannya untuk belanja modal perusahaan, membayar utang kepada Bank UOB Singapura, dan membiayai modal kerja, seperti pembelian bahan bakar, suku cadang, dan pemeliharaan.‎

"Tahun depan, ada peluang utilisasi kapal 100 persen, bila melihat harga batu bara menanjak terus. Kita optimistis, jika dibanding harga 2014 dan 2015. Dengan kenaikan, maka profit margin akan naik," ungkap ‎Direktur Utama Pelita Samudera Shipping Iriawan Ibarat, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

Selain itu, dengan adanya program pemerintah pembangunan proyek listrik 35 ribu megawatt  (mw) turut mampu mendongkrak kinerja perusahaan. Sebab, sepanjang tahun ini, perusahaan membidik pertumbuhan bottom line naik 20 persen menjadi Rp50 miliar.

"Ada proyek power plan jadi yakin banget bisnis ini akan 10-20 tahun. Ke depan bisnisnya akan bagus guarantee dari pemerintah," tutur dia.

Ke depan, lanjut Iriawan, perusahaan berharap dapat merealisasikan ‎rencana untuk mengangkut di luar batu bara, yakni mengangkut minyak cair. Namun begitu, perusahaan masih enggan membicarakannya terkait rencana tersebut secara terbuka.

"Memang sudah ada pembicaraan untuk merealisasi finalisasi dari kontraknya. Masih dalam pengajuan ada beberapa kapal yang udah diajukan dan masukkan kontrak, permintaannya dari luar dalam bentuk pertamina atau crude palm oil (CPO)," pungkas Iriawan.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA