Perubahan Settlement T+2, BEI: Berjalan di Pertengahan 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 11 Jan 2018 15:58 WIB
bei
Perubahan <i>Settlement</i> T+2, BEI: Berjalan di Pertengahan 2018
Bursa, (MI/Rommy).

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal mengubah waktu penyelesaian transaksi saham (settlement) menjadi T+2, dari sebelumnya masih T+3. Hal itu bisa diartikan, semua transaksi terkait saham hingga barang dan uang ke tangan investor hanya membutuhkan waktu selama dua hari.

Menurut Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa (AB) BEI, Alpino Kianjaya, proses perubahan penyelesaian transaksi saham hampir terselesaikan. Pada saat ini, hanya menunggu vendor yang sedang menyelesaikan perubahan sistem di masing-masing perusahaan sekuritas atau anggota bursa (AB).

"Sudah clear, tinggal vendor saja. Itu kan mereka harus setting sistem yang mesti disesuaikan. Jadi itu perlu waktu," kata Alpino, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Broker atau AB, bilang Alpino, butuh waktu enam bulan dalam mengubah sistemnya. Sehingga bisa menyesuaikan sistem settlement baru yang telah disahkan oleh bursa.


"Jadi mereka harus siapkan dulu perubahan. Kan sebelumnya sudah pernah dilakukan dari T+7 ke T+5. Tapi paling enggak butuh enam bulan. Kita siap, sudah ready," ungkap Alpino.

Perubahan settlement, lanjut dia, hanya tinggal menunggu kesiapan dari pelaku saja. Jika telah siap, maka akan berjalan. Alpino pun menaksir, perubahan settlemen menjadi T+2 akan berjalan di pertengahan 2018. 

"Akan berlaku pada tengah tahun ini," ‎pungkas Alpino.

Pengubahan settlement ini telah bergulir sejak pertengahan 2016. Waktu itu, BEI masih mengkaji penerapan settlement T+2 di pasar modal.

"Kami masih mengkaji penerapan settlement T+2 sebagai bagian untuk melakukan efisiensi dan peningkatan nilai transaksi," kata Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan.

Nicky menjelaskan, penerapan settlement T+2 akan membuat perputaran transaksi lebih cepat tanpa perlu menunggu investor mendapatkan dana setelah tiga hari. Namun sejauh ini BEI masih mengkaji aturan ini bersama Self Regulatory Organization (SRO).

"Jika T+2 maka setelah dua dari waktu transaksi, investor sudah bisa mencairkan dananya atau melakukan transaksi lain. Kami masih kaji, persiapannya, dampaknya terutama pada investor asing karena lebih cepat sedangkan investor asing kan antarnegera," jelas dia.

Namun demikian, lanjut Nicky, penerapan T+2 sudah biasa diterapkan oleh beberapa negara maju lainnya. Bahkan pasar modal seperti di Singapura dan Australia telah diberlakukan aturan tersebut.



(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

13 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA