BEI Resmi Jadi Tempat Pelayanan Amnesti Pajak Menyeluruh

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 20 Sep 2016 10:12 WIB
tax amnesty
BEI Resmi Jadi Tempat Pelayanan Amnesti Pajak Menyeluruh
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio (kiri). (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan keseriusannya atas program amnesti pajak. Saat ini, bursa bersedia menjadi tempat secara menyeluruh untuk melayani peserta amnesti pajak.‎ BEI pun telah memperoleh izin sekaligus mandat untuk menyediakan tempat layanan amnesti pajak secara menyeluruh dari awal bulan ini.

"‎Kami sudah dapat izin dari 1 September. Nah sekarang ini baru kita bisa laksanakan," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, saat ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Penetapan pemerintah tersebut berdasarkan kepada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 689/KMK.03/2016 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 656/KMK.03/2016 tentang Penetapan Tempat Tertentu sebagai tempat penyampaian Surat Pernyataan Hana dalam rangka Pengampunan Pajak. Penetapan Tempat Tertentu sebagai Tempat Penyampaian Surat Pernyataan Harta Dalam Rangka Pengampunan Pajak ini dilakukan untuk memberi lebih kemudahan kepada wajib pajak untuk mengikuti program pengampunan pajak.

Demi menyukseskan program amnesti pajak, pemerintah juga membentuk Tim Penerimaan dan Tindak Lanjut Surat Pernyataan Harta pada tempat tertentu, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Menteri ini ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.

Selain Kantor BEI, tiga tempat penyampaian amnesti pajak seperti Kantor Pusat Bank Mandiri. Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI). dan Kantor Pusat Bank Negara Indonesia (BNI) yang seluruhnya berada di Jakarta. Menurut Tito, nantinya calon peserta amnesti pajak bisa datang ke BEI, bukan hanya berkonsultasi, tapi juga bisa menyampaikan ‎Surat Pernyataan Harta (SPH).

"J‎adi teman-teman wajib pajak bisa kesini saja, dan bisa berkonsultasi dulu entah dengan pajak, BEI atau gateway. Atau langsung menyetor juga bisa, jadi benar-benar tempat terpadu," jelas Tito.

Tidak hanya itu saja, Tito pun memiliki janji, jika pada saat minggu-minggu terakhir di periode pertama amnesti pajak, pelayanan terpadu di bursa akan di buka hingga Sabtu dan Minggu. ‎"Karena ini minggu terakhir, diperkirakan akan banyak yang mendaftar," tegas Tito.

B‎erdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kemenierian Keuangan RI, sampai dengan Senin, 19 September 2016, pada pukul 13.45, tercatat perolehan dana repatriasi dari program amnesti pajak telah mencapai Rp53,3 triliun. Dana tersebut memang baru mencapai 5,33 persen dari target penerimaan dana repatriasi yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp1.000 triliun.

Untuk komposisi harta, jumlah aset yang dideklarasikan wajib pajak masih didominasi dari dalam negeri, yakni sebesar Rp670 triliun. Sedangkan deklarasi dari luar negeri sekitar Rp236 triIiun. Target pemerintah untuk dana deklarasi adalah sebesar Rp4.000 triliun, sementara itu Jumlah dana tebusan yang dicatatkan sebesar Rp22,7 triliun atau sekitar 13,75 persen dari target dana tebusan yang masuk ke kas negara yang telah ditetapkan Pemerimah sebesar Rp165 triliun.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA