Gerak IHSG Diprediksi Menguat

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 29 Aug 2018 09:01 WIB
ihsg
Gerak IHSG Diprediksi Menguat
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih betah dalam rentang konsolidasi di tengah minimnya sentimen positif. Meski demikian, tetap waspadai hadirnya katalis negatif seiring masih adanya kekhawatiran mengenai perang dagang dan tercapainya kesepakatan baru antara Amerika Serikat dengan Meksiko.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan minimnya sentimen memberikan suasana dingin terhadap pasar sehingga IHSG belum terlihat bergerak signifikan. Fluktuasi harga komoditas dan kondisi nilai tukar rupiah terhadap USD jugamasih memberikan sentimen terhadap gerak IHSG dalam jangka pendek.

"Meski demikian hari ini IHSG berpotensi naik. Bakal terkonsolidasi dalam rentang pergerakan 5.872 sampai 6.226," kata William, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018.

Analis Binaartha Technical Research Nafan Aji manambahkan setelah berhasil ditutup menguat 0,28 persen di level 6.042 pada 28 Agustus 2018, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki kisaran di level 6.022 hingga 6.001.

Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki kisaran pada 6.064 hingga 6.085. "Adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan indeks saham sehingga indeks berpeluang menuju ke area support," jelas Nafan.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor hari ini antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT PP Presisi (PPRE), PT Sawit Sumbermas Tbk (SSMS), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Selain itu, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PY Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).


(ABD)