Ekonom Sebut Investasi di Pasar Saham Masih Positif

   •    Selasa, 02 Jan 2018 15:02 WIB
ihsginvestasibeipasar modalekonomi indonesia
Ekonom Sebut Investasi di Pasar Saham Masih Positif
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Investasi di pasar saham, di pasar keuangan, dan obligasi di sepanjang 2018 dinilai masih prospektif sehingga investor perlu mengambil kesempatan itu dengan baik. Kondisi tersebut akan didorong oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi dibandingkan dengan tahun lalu dan didukung oleh fundamental yang masih kokoh.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,4 persen di 2018 dan Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan 2017 lalu di kisaran 5,1-5,5 persen. Hal ini akan memberikan efek positif terhadap investasi di pasar keuangan, saham, dan obligasi.

"Fundamental kita baik seperti tingkat inflasi. Tahun lalu, kita dapat peringkat layak investasi dari S&P dan Fitch Rating. Diharapkan Moodys juga menaikkan peringkat di tahun ini. Perbaikan iklim investasi dan fundamental akan mendukung pasar modal di 2018," kata Josua, seperti dikutip dari salah satu program MetroTV, Selasa, 2 Januari 2018.

Meski demikian, ia tidak menampik terdapat tantangan yang menghadang di 2018. Salah satunya adalah pesta demokrasi seperti pilkada serentak, pileg, dan pilpres. Kondisi tersebut dinilai Josua akan membuat sejumlah investor melakukan wait and see, meski diharapkan aksi itu tidak dilaksanakan lantaran ekonomi Indonesia berada di kondisi yang baik.

"Akan ada hal-hal yang tidak pasti di mata investor. Ada sikap wait and see di beberapa investor dan setelah pilkada baru mereka berinvestasi lagi. Saya pikir dalam jangka panjang investasi akan tetap baik dan kita juga harus membedakan kondisi politik dengan kondisi ekonomi. Kepercayaan harus diberikan pemerintah," tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong sejumlah perusahaan untuk melantai di pasar modal. Sejauh ini, upaya yang dilakukan BEI sudah baik dan diharap akselerasi tersebut bisa terus terjadi di sepanjang tahun ini sejalan dengan makin membaiknya situasi dan kondisi ekonomi dalam negeri.

"Saya pikir bisa kembali didorong oleh BEI atau pemerintah dalam hal ini memberikan kepercayaan di 2018 di tengah ketidakpastian atau geopilitik. Selain itu, memberikan pemahaman kepada swasta apabila ingin ekspansi tanpa harus menarik utang maka jalan melepas saham di BEI adalah alternatif," pungkasnya.


(ABD)