Bos BEI: BUMN Kembali Menunjukkan Keperkasaannya

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 20 Sep 2016 12:51 WIB
waskita beton precast
Bos BEI: BUMN Kembali Menunjukkan Keperkasaannya
Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio merespons positif kehadiran anak usaha BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Menurut dia, sudah lama pasar modal Indonesia tidak kehadiran emiten dari perusahaan pelat merah.

"‎Selamat datang di BEI. BUMN telah kembali menunjukkan keperkasaannya," sambut Tito, saat ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Seperti diketahui, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) resmi mencatatkan saham di bursa dengan melepas 10,5 miliar saham di harga Rp490 per saham. ‎‎Dengan melepas saham di level tersebut maka perseroan meraih dana segar sebesar Rp5,1 triliun.

Tito mengungkapkan, dana hasil IPO yang diperoleh perseroan merupakan jumlah yang terbesar untuk saat ini. Apalagi pada masa penawaran, saham WSBP mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga tiga kali.

"Jumlah Rp5,16 triliun adalah angka IPO terbesar saat ini. Bukan hanya itu, oversubscribe-nya juga terbesar untuk saat ini," papar Tito.

Perusahaan merupakan emiten ke-11 di 2016 atau ke-532 yang listing di bursa hingga saat ini. Perusahaan melantai di pasar modal dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 10.544.463.000 (10,5 miliar) saham, atau 40 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Penggunaan dana segar dari hasil IPO, WSBP akan gunakan untuk keperluan modal kerja dan pengembangan usaha perseroan.‎ Untuk merealisasikan langkah IPO, anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ini telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Sekadar informasi, perseroan berdiri sejak 7 Oktober 2014. Proyek-proyek besar yang dikerjakan perseroan, antara lain jalan tol Pejagan-Pemalang, jalan tol di atas laut Tanjung Benoa, Dermaga KBS, jalan tol Gempol-Pasuruan, jembatan Kapuk Naga Indah, dan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.


(AHL)