Holding Bikin Aset Jasa Marga Makin Besar

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 07 Feb 2019 16:54 WIB
jasa marga
Holding Bikin Aset Jasa Marga Makin Besar
Jasa Marga. Dok: Setkab.

Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengakui holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang Infrastruktur akan membuat nilai aset makin besar. 

Head of Corporate Finance Jasa Marga Eka Setya Adrianto menegaskan integrasi tersebut akan membuat asetnya akan menjadi sangat besar. Namun dirinya tidak menyebutkan nilai aset tersebut.

"Misalnya seperti Jasa Marga saja asetnya hampir Rp100 triliun, belum lagi Waskita berapa, tentu itu besar banget impact-nya," kata Eka di Menara BCA, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Februari 2019.

Meski demikian kendati sudah menjadi holding nantinya secara finansial perseroan tetap masih butuh pendanaan dari pihak ketiga. Sebab konsolidasi bisnisnya masih memerlukan waktu.

Eka mengatakan besaran tersebut nantinya bisa langsung dilihat pada aset milik PT Hutama Karya (Persero) yang bertindak sebagai holding. Sementara Jasa Marga, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero) bertindak sebagai anggota holding.

Sementara untuk Jasa Marga pribadi, dia mengakui, tidak akan terjadi hal yang berbeda karena hanya berubah pemegang sahamnya. Namun dia mengakui holding ini akan mengintegrasikan juga kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan secara lebih optimal.

"Dalam jangka panjang  Jasa Marga tetap menjalankan apa yang sudah diamanahkan tentu jadi operator jalan tol, dalam jangka panjang kita lihat kita punya niatan seperti Khasanah di Malaysia, dan Tamasek di Singapura biar terintegrasi lebih kuat," tutur dia.

Saat ini dia bilang implementasi holding masih menunggu peraturan pemerintah. Namun terkait kepemilikan saham sudah mendapatkan persetujuan negara.

Sebelumnya Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K Ro mengatakan holding tersebut berlatarbelakang untuk menciptakan BUMN yang besar, kuat dan lincah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis nasional. 


Hal ini sekaligus dapat meningkatkan kompetensi, skala perusahaan, kapasitas pendanaan. Serta mendorong inovasi untuk mewujudkan perannya sebagai integrator pembangunan infrastruktur secara end-to-end.

"Pembentukan holding diharapkan mempercepat pengembangan infrastruktur yang dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi misalnya infrastruktur konektivitas yang dapat menciptakan koridor-koridor ekonomi baru dan dapat menurunkan logistic cost di Indonesia" ujar Aloy.


(SAW)