Rupiah Pagi Masih Perkasa di Rp14.810/USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 13 Sep 2018 08:48 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Masih Perkasa di Rp14.810/USD
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melompat ke zona hijau dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.832 per USD. Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) terus mampu menahan gerak nilai tukar rupiah agar tidak terhempas ke zona merah.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 13 September 2018, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi  dibuka menguat ke Rp14.810 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.784 per USD hingga Rp14.810 per USD dengan year to date return di 9,07 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.570 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 27,86 poin atau 0,11 persen menjadi 25.998,92. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 1,03 poin atau 0,04 persen menjadi 2.888,92. Indeks Nasdaq Composite turun 18,24 poin atau 0,23 persen menjadi 7.954,23.

Saham Boeing dan Caterpillar, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, masing-masing naik 2,36 persen dan 1,58 persen pada penutupan. Saham Apple berakhir 1,24 persen lebih rendah. Raksasa teknologi AS meluncurkan iPhone terbaru dan jam tangan baru bernama Apple Watch Series 4 pada Rabu.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham telekomunikasi dan konsumen memimpin kenaikan. Sektor teknologi turun 0,5 persen. Saham beberapa produsen cip AS ditarik kembali. Saham Micron Technology dan Lam Research turun masing-masing 4,27 persen dan 3,24 persen pada penutupan pasar.

Pada data ekonomi, Indeks Harga Produsen AS turun 0,1 persen pada Agustus, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Indeks permintaan akhir naik 2,8 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada Agustus. Penurunan Agustus dalam indeks permintaan akhir terutama disebabkan oleh penurunan harga untuk layanan permintaan akhir, kata laporan itu.

Sementara itu, pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1631 dari USD1,1585 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3055 dibandingkan dengan USD1,3006. Dolar Australia naik menjadi USD0,7177 dibandingkan dengan USD0,7100.

Sementara itu, USD membeli 111,23 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 111,58 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9700 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9735 franc Swiss, dan jatuh ke 1,2987 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3129 dolar Kanada.


(ABD)