Analis Proyeksikan Penguatan Lira Dukung Rupiah Perkasa

Angga Bratadharma    •    Jumat, 14 Sep 2018 08:32 WIB
kurs rupiah
Analis Proyeksikan Penguatan Lira Dukung Rupiah Perkasa
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Dolar Amerika Serikat (UDS) diproyeksikan melemah di sekitar level 94,0- 94,5 terhadap mata uang kuat lainya. Pelemahan tersebut didorong oleh rendahnya realisasi data inflasi di Agustus di mana Consumer Price Index (CPI) AS hanya naik 0,2 persen (mom) atau di bawah ekspektasi analis sebesar 0,3 persen (mom).

Selain itu, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan, meredanya tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok seiring keinginan Washington untuk kembali melakukan perundingan dengan Tiongkok dalam beberapa hari ke depan untuk menghindari pengenaan tarif lanjutan menurunkan minat investor terhadap USD sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, lanjutnya, kenaikan tingkat suku bunga yang cukup tajam oleh bank sentral Truki sebesar 625 bps menjadi 24 persen berhasil menaikkan mata uang Turki terhadap USD sebanyak lima persen kemarin malam. Penguatan mata uang Turki tersebut dapat menjadi katalis positif bagi mata uang emerging market lainya termasuk rupiah.

"Pelemahan indeks USD dan apresiasi mata uang lira diperkirakan dapat menjadi katalis positif bagi rupiah hari ini. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.750 hingga Rp14.850 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 147,07 poin atau 0,57 persen menjadi berakhir di 26.145,99 poin. Indeks S&P 500 naik 15,26 poin atau 0,53 persen menjadi ditutup di 2.904,18 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 59,48 poin atau 0,75 persen menjadi berakhir di 8.013,71 poin.

Kenaikan indeks Dow dipimpin oleh reli saham Apple. Saham pembuat iPhone ini naik lebih dari 2,4 persen pada penutupan. IBM juga termasuk pencetak keuntungan dalam indeks. Saham raksasa teknologi tersebut diperdagangkan 1,62 persen lebih tinggi. Sebaliknya, McDonald`s dan Home Depot termasuk di antara saham-saham yang melemah.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan saham-saham sektor teknologi dan kesehatan memimpin kenaikan. Produsen-produsen cip terkemuka AS adalah salah satu yang berkinerja terbaik di sektor teknologi, yang mendukung teknologi Nasdaq lebih tinggi.


(ABD)