Minim Sentimen

Analis Sebut Rupiah Berpotensi Terperosok ke Zona Merah

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 16 May 2018 09:23 WIB
kurs rupiah
Analis Sebut Rupiah Berpotensi Terperosok ke Zona Merah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dimungkinkan dapat kembali terjadi seiring minimnya sentimen positif yang membayangi rupiah. Di sisi lain, masih banyak sentimen global yang membuat USD bergerak di zona hijau.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengatakan sentimen global yang membuat mata uang Negeri Paman Sam terus positif antara lain consumer spending di AS yang diperkirakan meningkat dan naiknya imbal hasil obligasi‎ AS.

"Kedua itu akan memengaruhi USD. Untuk itu, tetap mewaspada berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ucap Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Dengan masih cenderung melemah, Reza menyatakan, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran support Rp14.044 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp14.000 per USD. Sedangkan kembali tercatatnya defisit pada perdagangan Indonesia membuat nilai tukar rupiah tenggelam di zona merah di perdagangan sepanjang hari kemarin.

Pada awalnya, menurut Reza, rupiah mencoba memanfaatkan masih adanya pelemahan USD dan terapresiasinya EUR setelah adanya sentimen positif dari ECB. Tapi, adanya rilis neraca perdagangan tersebut membuat rupiah tertahan potensi kenaikannya.

"Neraca perdagangan Indonesia di April 2018 mengalami defisit senilai USD1,63 miliar. Jika dibandingkan dengan Maret 2018, kondisi ini berbanding terbalik di mana posisi Maret 2018 surplus sebesar USD1,09 miliar," jelas dia.

‎Selain itu, masih kata dia, pelaku pasar juga melakukan antisipasi atas beberapa data ekonomi AS lainnya yang dapat berpotensi membuat USD kembali terapresiasi.‎ "Pada akhirnya membuat rupiah melemah," pungkas dia.

 


(ABD)