Catat 160 Juta Saham, Mark Dynamics Siap Menjadi Emiten

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 12 Jul 2017 09:10 WIB
emitenbeipasar modalipo
Catat 160 Juta Saham, Mark Dynamics Siap Menjadi Emiten
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Mark Dynamics Indonesia bakal merealisasikan pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini. Dengan demikian perseroan resmi menjadi emiten ke-20 di 2017, atau ke-555 yang sudah mencatatkan saham di bursa.

Langkah IPO di pasar modal dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 160 juta saham.‎ N‎ilai nominal saham yang dipatok dengan harga Rp100 per saham, sedangkan harga ‎penawaran resmi IPO yang dilepas ke publik sebesar Rp250 per saham.

Proses IPO direalisasikan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu 12 Juli 2017, bertepatan dengan pembukaan perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Dengan aksi korporasi itu maka perusahaan akan mendapatkan kode ticker MARK.

Perusahaan diperkirakan meraup dana segar sebesar Rp40 miliar‎ dari proses hajatan IPO tersebut. Perusahaan sudah menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) selaku penjamin pelaksana emisi efek (underwriter)

Catatan Metrotvnews.com, dana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 32,40 persen untuk pembelian tanah dan bangunan di Tanjung Morawa, Deli Serdang dalam rangka ekspansi produksi, sisanya 67,60 persen untuk pembayaran sebagian pokok utang bank di Bank Permata Tbk (BNLI).

Sebagaimana diketahui, perseroan utang ke Bank Permata menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (USD). Nilainya jika dikonversikan ke rupiah bisa mencapai Rp39 miliar. Ruang lingkup kegiatan usaha Mark Dynamics Indonesia adalah bergerak dalam bidang industri pengolahan porselin, khususnya sebagai cetakan sarung tangan berbahan karet atau sistesis.

Sepanjang 2016, Mark Dynamics Indonesia membukukan penjualan sebesar Rp207,22 miliar, atau tumbuh dari posisi Rp194,63 miliar di 2015. Tingkat penjualan yang meningkat, membuat laba bersih perseroan tumbuh menjadi Rp21,15 miliar di 2016, dari posisi di 2015 sebesar Rp7,7 miliar.

 


(ABD)