Bisnis Properti Lesu, Megapolitan Genjot Hunian Ramah Lingkungan

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 12 Nov 2017 19:26 WIB
megapolitan development
Bisnis Properti Lesu, Megapolitan Genjot Hunian Ramah Lingkungan
Megapolitan Genjot Hunian Ramah Lingkungan. (FOTO: dok Megapolitan)

Jakarta: Bisnis properti saat ini diakui sedang lesu, khususnya untuk hunian kelas menengah ke atas. Sehingga tak sedikit pengembang yang memilih jalan di tempat untuk melakukan ekspansi perusahaan.

Namun demikian, kelesuan bisnis properti tersebut, menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi manajemen PT Megapolitan Development Tbk (EMDE) untuk berekspansi.

Sejalan dengan itu, Direktur Sales & Marketing PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE), Desi Yuliana menuturkan jika perseroan harus mengusung strategi tertentu untuk menggaet konsumen.

Salah satu strategi tersebut adalah membangun kawasan hunian yang menerapkan teknologi terkini tanpa melupakan kelestarian lingkungan.

"Megapolitan memasarkan proyek Vivo Residence tahap satu, karena proyek residence itu langsung ludes terjual dalam program penjualan NUP," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu 12 November 2017.

Dia menjelaskan, Vivo Residence didesain dengan konsep modern minimalis untuk mendukung gaya hidup kaum urban yang dinamis dan harmonis. Selain itu dikembangkan sebagai kawasan hunian terpadu yang eksklusif dan memiliki lansekap teduh dan asri.

Vivo Residence dibangun diatas lahan dikawasan terpadu Vivo Sentul seluas 17 hektare (ha). Vivo Sentul adalah kawasan komersial yang terintegrasi dengan failitas hunian, pusat perbelanjaan, komersial, kuliner, serta hiburan terbesar dan terlengkap menjadikan sebuah kawasan hunian yang berstandar tinggi.

"Vivo Residence berada di lokasi strategis yaitu hanya lima menit dan pintu tol sirkuit Sentul Jagorawi dan juga rencana lokasi stasiun LRT, jurusan Cibubur-Bogor," pungkas Desi.

 


(AHL)