Akuisisi Saratoga, Medco Memperkuat Lini Kelistrikan

   •    Sabtu, 07 Oct 2017 16:40 WIB
medco international
Akuisisi Saratoga, Medco Memperkuat Lini Kelistrikan
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco Energi) mengumumkan bahwa perseroan telah mengakuisisi 77,68 persen saham di PT Saratoga Power dari Saratoga dan pemegang saham lainnya.

Dengan transaksi itu, perusahaan telah meningkatkan kepemilikan efektif di PT Medco Power Indonesia (MPI) dari 49 persen menjadi 88,62 persen. Sebanyak 11,38 persen saham di MPI yang dipegang International Finance Corporation (IFC) tidak berubah.

MPI yang didirikan pada 2004 ialah produsen tenaga listrik menengah terkemuka di Indonesia dengan fokus utama perolehan sumber energinya dari gas alam dan panas bumi.

MPI saat ini mengoperasikan lebih dari 520 megawatt (mw) kapasitas terpasang bruto pada September 2017, dan operasi komersial yang diharapkan dari fasilitas tenaga listrik panas bumi Sarulla Unit 2 pada Oktober 2017, satu bulan lebih cepat daripada jadwal.

Kapasitas bruto MPI akan semakin meningkat saat Sarulla Unit 3 (110 mw) beroperasi secara komersial pada kuartal II-2018 dan Riau CCPP (275 mw) pada 2021. Bisnis MPI Operation & Maintenance (O&M) juga telah berkembang, yang saat ini telah mengoperasikan lebih dari 2.000 ,w pembangkit listrik kepada pihak ketiga.

Ekspansi itu didorong dua kontrak O&M baru yang ditandatangani pada akhir 2016, dengan MPI saat ini mengoperasikan unit geotermal Sarulla dan unit turbin gas PLN di delapan lokasi di seluruh Indonesia.

"Akuisisi ini memungkinkan perseroan memperoleh kembali kendali mayoritas MPI dan memperkuat posisi kita di sektor pembangkit tenaga listrik, yang diperkirakan akan terus tumbuh sebesar sembilan persen per tahun selama 10 tahun ke depan," kata Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro di Jakarta, Jumat 6 Oktober.

Peningkatan kontrol terhadap MPI itu sejalan dengan strategi perusahaan untuk tumbuh di tiga sektor utama, yaitu minyak dan gas, pertambangan dan listrik, serta membuka potensi yang lebih besar untuk dapat bersinergi dengan bisnis hulu gas yang dimiliki Medco. (Media Indonesia)


(AHL)