Banyak Anak Usaha BUMN Berminat IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Feb 2018 18:24 WIB
bumnbeiipo
Banyak Anak Usaha BUMN Berminat IPO
Direktur Penilaian Investasi BEI Samsul Hidayat. (FOTO: medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku‎ banyak anak usaha BUMN yang sudah berkomunikasi dengan pihak bursa dan berminat menjalankan penawaran umum perdana saham (IPO).

Hingga semester I-2018, bursa menyatakan telah ada delapan perusahaan yang masuk dalam pipeline atau daftar di manajemen bursa‎ untuk menjalankan IPO. Dari semua perusahaan tersebut, tidak ada satu pun nama anak usaha BUMN yang berminat IPO.

‎"Dari anak usaha BUMN kita belum dapat registrasi dari mereka tetapi sudah ada yang sounding dari mereka dan dipastikan 2018," ‎ucap Direktur Penilaian Investasi BEI Samsul Hidayat, ditemui ‎di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Dia mengungkapkan hal tersebut baru sebatas rencana anak usaha BUMN. "Yang di-sounding ke kita hanya rencana untuk IPO," tegas dia.

Sebanyak delapan perusahaan yang telah masuk pipeline, lanjut dia, akan menggunakan laporan keuangan per September 2017. Hasilnya, mereka diperkirakan akan resmi listing atau tercatatkan di bursa pada akhir Maret atau April 2018.

"Kita perkirakan akhir kuartal pertama 2018 sudah ada minimal delapan yang dicatatkan," jelas Samsul.

‎Pada kuartal I tahun ini, telah ada satu perusahaan yang menjadi emiten baru di bursa, yakni PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM). Perusahaan melepas  melepas saham sebanyak-banyaknya 200 juta lembar di harga Rp208 per saham. 

Dari aksi IPO perusahaan meraup dana segar lebih dari Rp41,6 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Dana‎ segar dari hasil IPO setalah dikurangi biaya emisi, sebesar 97 persen untuk modal kerja perseroan, sedangkan sisanya tiga persen untuk pembiayaan research and development (R&D).

Adapun nama-nama delapan perusahaan yang bisa IPO di kuartal I di tahun ini, yakni ‎PT BTPN Syariah Tbk, PT Sky Energy Indonesia Tbk, PT Borneo Olah sarana Sukses Tbk, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk, PT Tridomain Performance Material Tbk, PT Jaya Trishindo Tbk, PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk, dan PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk.

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA