Pekan Ketiga Maret, WIKA Bukukan Kontrak Rp14,35 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 18 Mar 2017 10:43 WIB
wijaya karya
Pekan Ketiga Maret, WIKA Bukukan Kontrak Rp14,35 Triliun
Gedung WIKA. (FOTO: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan plat merah di sektor konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah meraup kontrak baru sebesar Rp14,35 triliun di pekan ketiga Maret 2017. Jumlah itu setara 35 persen dari target kontrak baru sebesar Rp43,24 triliun di tahun ini.

"Dari total Rp43 triliun kontrak baru yang kita harapkan bisa tercapai tahun ini, Rp14,5 triliun sudah kita dapatkan di minggu ke tiga Maret ini. Kita sudah kantongi 35 persen dari target tahun ini," jelas Direktur Keuangan WIKA Antonius NS Kosasih, ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2016 di kantor pusat Wijaya Karya, Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Kontrak baru yang sudah digapai, menurut Antonius, paling besar banyak datang dari proyek infrastruktur dan gedung yang mencapai Rp8,5 triliun. Setelah itu ada sektor energi Rp5,2 triliun. "Kemudian ada juga sektor industri yang menyumbang Rp497 miliar, dan sektor properti sumbang Rp146,95 miliar," papar Antonius.

Antonius menjelaskan, perseroan pada tahun ini membidik target kontrak baru yang dihadapi sebesar Rp102,93 triliun, atau naik 26,30 persen dari perolehan tahun lalu.

Total kontrak dihadapi itu terdiri dari target kontrak baru di 2017 sebesar Rp43,245 triliun dan carry over 2016 sebesar Rp59,692 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru di 2017 diproyeksikan berasal dari pemerintah 29,8 persen, BUMN 30 persen, dan swasta 40,2 persen.

Belanja modal atau capex mencapai Rp12,016 triliun di 2017. Capex di 2017 itu terdiri dari aset tetap Rp871,15 miliar, penyertaan pada entitas anak Rp1,119 triliun, penyertaan pada entitas asosiasi Rp2,287 triliun, pengembangan usaha (PMN) senilai Rp2,365 triliun, pengembangan usaha di luar PMN, Paket 1 Rp1,467 triliun dan Paket 2 Rp3,905 triliun.

Untuk total kontrak yang dihadapi perseroan pada 2016 ini, optimistis akan mencapai Rp82,3 triliun atau naik hampir Rp1 triliun dibandingkan dengan target kontrak dihadapi di 2016 sebesar Rp81,5 triliun.


(AHL)