Analis Perkirakan Gerak Rupiah Tertekan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Sep 2018 08:32 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Gerak Rupiah Tertekan
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah seiring besarnya potensi kenaikan mata uang Amerika Serikat (USD). Maraknya sentimen negatif yang menghantam rupiah membuat pergerakan mata uang Garuda ini masih terjebak di zona merah.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan sentimen yang memengaruhi nilai tukar rupiah salah satunya adalah ancaman terbaru yang disampaikan Presiden AS Donald Trump terkait tarif impor yang memukul daya tarik aset berisiko.

Adapun Trump menyatakan siap memberlakukan tarif terhadap barang-barang tambahan asal Tiongkok senilai USD267 miliar, melebihi rencana yang diusulkan sebelumnya senilai USD200 miliar. Kemudian pelemahan mata uang rupee yang diikuti penurunan sejumlah mata uang Asia lainnya juga turun melemahkan nilai tukar rupiah.

"Diperkirakan rupiah akan bergerak dikisaran Rp14.861 sampai Rp14.847 per USD," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Ia menilai pergerakan nilai tukar rupiah masih terlihat volatilitasnya dan memiliki peluang untuk kembali melemah seiring masih besarnya potensi kenaikan USD. Diharapkan sentimen dari Italia terkait paparan APBN-nya dapat memperkuat mata uang eropa yakni euro (EUR) untuk mengimbangi kenaikan USD sehingga rupiah tidak melemah lebih dalam.

"Langkah bank sentral Tiongkok yang siap mengeluarkan berbagai kebijakan termasuk melemahkan mata uang CNY-nya dapat berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah," pungkas dia.

 


(ABD)