Saham Batavia Prosperindo Tancap Gas 70% saat Listing Perdana

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 09 Jul 2018 11:50 WIB
emitenipo
Saham Batavia Prosperindo Tancap Gas 70% saat <i>Listing</i> Perdana
Saham Batavia melejit saat IPO perdana di BEI. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: Saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) melesat 70 persen saat mencatatkan saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini. Perusahaan melepas 400 juta saham di harga Rp100 per saham.

‎Pantauan Medcom.id, Senin, 9 Juli 2018, saham perusahaan naik 70 persen dari Rp100 per saham menjadi Rp170 per saham. Saham BPTR ditransaksikan sebanyak 100 lot dengan nilai Rp1,7 juta. Setidaknya satu kali transaksi saham anak usaha Batavia ditransaksikan di perdagangan awal.

Direktur Utama Batavia Prosperindo Trans Paulus Handigdo mengatakan dana segar IPO setelah dikurangi biaya emisi sebesar 50 persen akan digunakan untuk penyelesaian angsuran utang sewa pembiayaan untuk periode Agustus sampai Desember 2018 atas pembelian armada kendaraan bermotor yang telah dilakukan dari pihak ketiga dan afiliasi.

"Sisanya 50 persen akan digunakan untuk pembayaran uang muka dan angsuran atas pembelian armada kendaraan motor baru," ucap Paulus, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta.

Ke depan, ujar dia, perusahaan terus optimistis dengan kinerja bisnis yang akan dijalankan. Hal itu sejalan dengan kinerja ekonomi Indonesia yang makin positif.

"Lalu perkembangan kebutuhan pasar yang semakin membutuhkan kualitas layanan yang prima menyebabkan peningkatan potensi pasar bagi perseroan yang selalu fokus pada kualitas pelayanan dan pengembangan jaringan layanan yang luas," tutur Paulus.

Adapun demi mempermudah proses pelaksanaan IPO, perusahaan telah menunjuk PT Panin Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di 2017, total aset Batavia Prosperindo Trans mencapai Rp330,46 miliar. Dari jumlah itu, komposisi liabilitas perseroan Rp200,36 miliar dan ekuitas Rp130 miliar.

Hingga akhir 2017, pendapatan perusahaan sebesar Rp60,6 miliar atau naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya Rp27,92 miliar. Laba bersih Rp4,58 miliar atau naik bila dibandingkan Rp392 juta di 2016.


(AHL)