Emiten Jajaki Pengembangan Hotel di Lokasi TOD

Arif Wicaksono    •    Rabu, 06 Jun 2018 20:29 WIB
emiten
Emiten Jajaki Pengembangan Hotel di Lokasi TOD
Jalan TOD. ANT/Rekotomo.

Jakarta: Emiten properti semakin tertarik garap perhotelan yang berdekatan dengan tempat layanan publik. Kedua emiten yakni PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) memiliki strategi untuk pengembangan hotel di lokasi transit oriented development (TOD).

PSKT akan menggarap hotel yang berdekatan dengan tempat proyek kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) dan MRT Jabodetabek beroperasi. Hal tersebut merupakan bagian dari rencana Perseroan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Presiden Direktur Red Planet Indonesia Suwito mengatakan saat ini perseroan tengah berkomunikasi dengan para pemilik proyek LRT dan MRT Jabodetabek. Namun, hal tersebut belum mencapai kesepakatan.

“Jadi pola kerja sama belum kami matangkan, tetapi kirakira bisa kita sewa untuk jangka panjang. Kira-kira konsep BOT (build operate  transfer] dengan pengembang itu,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 6 Juni 2018.

PSKT pun tengah menjajaki peluang kerja sama yang memungkinkan untuk pengembangan hotel di area-area yang dipersiapkan sebagai TOD. Jika rencana ini sukses, Perseroan dapat menambah kamar setidaknya 1.000 unit lagi, atau dua kali lipat dari kapasitas saat ini.

"Kita bisa efektifkan ruangnya karena area parkir juga tidak banyak sebab orang pakai LRT," jelas dia.

Hingga kuartal pertama 2018, perseroan mengantongi pendapatan Rp15,97 miliar. Pendapatan perseroan meningkat 10,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp14,47 miliar.  Untuk tingkat okupansi naik 7,6 persen atau menjadi 71,0 persen, dibandingkan periode sama tahun lalu 63,3 persen.

Sementara itu PT PP Properti Tbk (PPRO) melalui unit bisnis PP Hospitality resmi mengoperasikan Prime Park Hotel Pekanbaru pada Kamis, 1 Februari 2018. Hotel bintang empat yang berlokasi hanya tiga menit dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II ini dimiliki oleh PT Pekanbaru Permai Propertindo, anak perusahaan PPRO.

Prime Park Hotel Pekanbaru diharapkan dapat memperkuat recurring income (pendapatan) perusahaan dari unit bisnis perhotelan. Prime Park Hotel Pekanbaru berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dengan ikon lukisan mural bertema 'forest' di seluruh bangunan hotel.

Selain dekat dengan bandara, lokasinya juga strategis di Simpang Tiga, jalur utama yang menghubungkan tiga kota besar di Sumatera yaitu Medan, Jambi, dan Bukittinggi. “Prime Park Hotel Pekanbaru merupakan hotel untuk tujuan business dan leisure serta mice," jelas Direktur Commercial & Hospitality PT PP Properti, Linda Gustina.


(SAW)