Bos Bursa Ingin Nusantara Infrastructure Sebut Siapa PSP Terbaru

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 13 Nov 2017 15:08 WIB
emitenbeipasar modalipo
Bos Bursa Ingin Nusantara Infrastructure Sebut Siapa PSP Terbaru
Direktur Utama BEI Tito Sulistio (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Belum lama ini sebanyak 6,6 miliar lembar atau setara 42,5 persen saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) telah dibeli oleh PT Metro Pacific Tollways Indonesia (MPTI), yang merupakan anak usaha dari Metro Pacific Tollways Corp (MPTC).

Dengan keadaan itu maka PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta Pemegang Saham Pengendali (PSP) terbaru wajib menjalankan tender offer, sehingga saham META bisa dibuka kembali perdagangan sahamnya. Adapun saat ini bursa sedang menghentikan perdagangan sementara (suspensi) saham Nusantara Infrastructure sejak 8 November 2017 lalu.

Namun, manajemen META masih bertahan pada pendirianya jika pengendali saham perusahaan adalah PT Matahari Kapital Indonesia (MKI). Oleh karena itu, bursa enggan memberikan status baru pada META.

"Kami hanya ingin tahu siapa PSP-nya. Jika mereka sebut langsung kami buka status suspensi mereka," tegas Direktur Utama BEI Tito Sulistio, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Tito menginginkan manajemen META bisa mencermati peraturan tender offer. Perlu diketahui, jika terjadi perubahan PSP hingga sekitar 50 persen maka emiten wajib melakukan tender offer.

"Misalnya saat investor ritel beli saham INDF karena yang punya orang yang mengerti industri makanan, tapi jika berpindah pada orang yang tidak mengerti maka investor ritel berhak menjual melalui tender offer," sebut Tito.

Saat ini, Tito menjabarkan, MTPC lewat MTPI memiliki 42,25 persen saham META, sedangkan MKI hanya sebesar satu persen. "Adanya perpindahan kepemilikan maka perlu adanya perlindungan bagi investor ritel," tukas Tito.‎

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menjelaskan, pihak META harus menjelaskan secara gamblang transaksi perubahan kepemilikan saham tersebut kepada ‎BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena jika benar terjadi, pemegang saham wajib melakukan penawaran pembelian atas pemegang saham lainnya.

"Peraturan yang sebenarnya, setelah transaksi pengambilan saham manajemen wajib lapor dua hari setelahnya guna menjalnkan tender offer. Jika tidak maka ada sanksi yang datang dari OJK," tutur Samsul.

Bursa memutuskan untuk menghentikan perdagangan sementara saham META di pasar reguler dan paar tunai sejak sesi satu perdagangan Rabu 8 November 2017 sampai dengan pengumuman lebih lanjut. BEI, lanjut Samsul, meminta kepada para pemangku kepentingan untuk memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan ‎oleh perseroan.


(ABD)