Garap Tol Cipali, Astra Kuasai 18% Saham di LMS

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 18 Jan 2017 11:17 WIB
tol cikopo-palimananastra international
Garap Tol Cipali, Astra Kuasai 18% Saham di LMS
Tol Cipali. (FOTO: MI/Reza Sunarya)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Astra International Tbk kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menggarap infrastruktur jalan tol. Hal itu diperlihatkan oleh emiten kode ASII dengan penguatan portofolio investasi jalan tol melalui entitas usaha Astratel Nusantara (Astratel).

Bayangkan saja, Astratel sebagai perusahaan yang berada di sektor infrastruktur menandatangani ‎perjanjian terkait pengalihan 40 persen saham Baskhara Utama Sedaya (BUS) dari PT Interra Indo Resources (Interra) kepada Astratel.

BUS pemegang 45 persen saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS). Di mana, LMS merupakan pemegang konsesi ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Dengan demikian, Astratel mempunyai kepemilikan saham efektif pada LMS sebesar 18 persen.

Sebagai satu kesatuan transaksi, Astratel juga mengambilalih piutang terhadap BUS, kalau dipenuhinya kondisi-kondisi tertentu, dapat dikonversi menjadi tambahan saham. Dengan begitu, kepemilikan saham efektif Astratel pada LMS akan menjadi 22,3 persen.

Menurut Presiden Direktur Astratel Irawan Santoso, transaksi itu babak lanjutan komitmen Astratel dalam mendukung pengembangan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya jalan tol.

"Selain itu, investasi dalam bidang infrastruktur tidak sekadar melengkapi dan menyeimbangkan bisnis Astra, tetapi juga untuk mewujudkan cita cita Astra yaitu Sejahtera Bersama Bangsa serta visi jangka panjang Astra 2020 Pride of the Nation," ungkap Irawan dalam rilis yang diterima media, Rabu (18/1/2017).

Sebagaimana diketahui, ‎ruas tol Cipali memiliki panjang 116 km dan telah beroperasi penuh sejak Juni 2015 dengan periode konsesi hingga 21 Juli 2041. Ruas itu merupakan salah satu ruas terpanjang dalam jaringan tol Trans Jawa.

Ruas jalan tol tersebut menghubungkan daerah Jabodetabek dan Karawang dengan daerah lain di Pulau Jawa dan menjadi jalur utama logistik nasional.

Keberadaan jalan tol itu diharap akan dapat mengembangkan potensi ekonomi daerah, sehingga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat serta memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.

Dengan menuntaskan akuisisi transaksi tersebut, Astratel memiliki enam ruas jalan tol melalui kepemilikan saham secara langsung ataupun tidak langsung di enam perusahaan. ‎Perusahaan-perusahaan antara lain PT Marga Mandalasakti (MM), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Tangerang-Merak (72,45 km), kepemilikan Astratel 79,3 persen, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), BUJT ruas tol Jombang-Mojokerto (40,5 km), kepemilikan Astratel 100 persen, PT Marga Trans Nusantara (MTN), BUJT ruas tol Kunciran-Serpong (11,2 km), kepemilikan Astratel 40 persen.

Kemudian ada PT Trans Marga Jateng (TMJ), BUJT ruas tol Semarang-Solo (72,6 km), kepemilikan Astratel 25 persen. PT Trans Bumi Serbaraja (TBS), BUJT ruas tol Serpong-Balaraja (30 km), kepemilikan Astratel 25 persen. PT Lintas Marga Sedaya (LMS), BUJT ruas tol Cikopo-Palimanan (116 km), kepemilikan efektif Astratel 18 persen.

Secara keseluruhan, Astratel bersama mitra bisnis telah mempunyai 342,8 km konsesi jalan tol dan menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar dari sisi jumlah panjang jalan tol dimiliki. Astratel akan terus melanjutkan dukungan terhadap program pemerintah di bidang infrastruktur.


(AHL)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

10 hours Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA