Bos Kadin: Ada 27 Perusahaan di Medan Bisa Ikut IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Oct 2016 14:36 WIB
ipo
Bos Kadin: Ada 27 Perusahaan di Medan Bisa Ikut IPO
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. (FOTO: ANTARA/Novrian)

Metrotvnews.com, Medan: ‎Baru ada enam perusahaan di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Medan, yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber mencari dana pembiayaan. Padahal, potensi tersebut bisa lebih besar mengingat tingginya pertumbuhan ekonomi dan industri di Sumut.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan,‎ perkembangan industri di Medan menyumbang besar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumut. Tapi, jumlah perusahaan yang sudah go public (IPO) di pasar modal masih sedikit yaitu baru enam perusahaan.

‎"Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, industri, pendapatan per masyarakat, dan statusnya sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, jumlah perusahaan yang masuk ke pasar modal harusnya jauh lebih besar dari enam perusahaan. Menurut perhitungan saya, ada sekitar 27 perusahaan yang bisa melantai di bursa," ujar Rosan, d‎itemui di Hotel Grand Aston, Medan, Selasa (18/10/2016).

Pasa‎r modal, diakui Rosan, menjadi alternatif pembiayaan bagi industri di daerah-daerah, selain industri perbankan. Karena, pasar modal berjangka waktu panjang dan tidak memiliki keterbatasan.

"Industri tidak dapat hanya bergantung pada perbankan agar bisa tingkatkan modal bagi perusahaan, industri bisa cari opsi lain mencari pembiayaan. Pasar modal dapat menjadi alternatif utama untuk mendapatkan pendanaan yang jauh lebih murah dan efisien," jelas Rosan.

Tak hanya sebatas itu, perusahaan yang masuk pasar modal, selain mudah mengakses modal, juga dapat menjadi lebih baik dan berkembang. Menurut dia, perusahaan harus terbiasa mengedepankan keterbukaan dan tertib dalam berbagai hal, khususnya dalam melaporkan laporan keuangan‎.

"Dalam perjalanannya, pasar modal akan membuat perusahaan lebih baik, karena banyak yang 'melototin'. Ada bursa (PT Bursa Efek Indonesia), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan masyarakat," jelas Rosan.


(AHL)

Warga Kulit Hitam Gelar Demo Anti Trump

Warga Kulit Hitam Gelar Demo Anti Trump

1 day Ago

Suara sumbang kemenangan Donald Trump dalam Pilpes AS kembali terjadi. Ratusan warga kulit hita…

BERITA LAINNYA