IHSG Mulai Bergerak Menguat di Sesi Siang

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 12:22 WIB
ihsg
IHSG Mulai Bergerak Menguat di Sesi Siang
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi kedua di siang ini terpantau berbaris di jalur hijau dan berhasil keluar dari jebakan lebih dalam atas pelemahan. IHSG mulai mendapat sentimen positif usai Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus di September 2016.

IHSG Senin, 17 Oktober, perdagangan siang ditutup menguat sebanyak 17,71 poin atau setara 0,3 persen ke posisi 5.417. Sementara itu, saham unggulan LQ45 menguat sebanyak 2,59 poin atau setara 0,3 persen ke posisi 934. Namun JII mengalami pelemahan sebanyak 1,21 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 741.

Baca: IHSG Dibuka Melemah di Perdagangan Awal Pekan

Siang ini, seluruh sektor mulai berangsur didominasi oleh pergerakan yang menguat dan hanya sektor properti yang melemah sebanyak 1,80 poin. Sektor perkebunan menguat sebanyak 31,92 poin, sektor pertambangan menguat sebanyak 26,77 poin, dan sektor infrastruktur menguat sebanyak 5,14 poin.

Baca: Indeks Berpotensi Lakukan Teknikal Rebound ke 5.410

Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 4,05 miliar lembar saham senilai Rp2,3 triliun. Sebanyak 162 saham mengalami penguatan, sebanyak 121 saham mengalami pelemahan, sebanyak 84 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan, dan sebanyak 209 saham tidak mengalami perdagangan.


Sumber: IMQ21


Sementara itu, Analis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko memperkirakan pergerakan IHSG memiliki peluang untuk melakukan teknikal rebound ke posisi 5.410, setelah mengalami pelemahan di sepanjang minggu kemarin hingga bertengger di level 5.399.

Menurutnya walau indeks mengalami koreksi wajar selama satu pekan kemarin, tapi keadaan jenuh beli telah menahan kejatuhan yang lebih lanjut. Kondisi itu diproyeksikan ‎‎memicu kembalinya kaum bullish untuk melakukan aksi bargain hunting pada saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua pilihan.

"Sehingga, potensi untuk terjadi perubahan tren jangka pendek ke atas dapat terjadi, dengan misi kembali ke resisten awal di level 5.410," kata Yuganur, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta

 


(ABD)