Melonjak 49,3%, Prodia Bukukan Laba Rp88 Miliar

   •    Sabtu, 18 Mar 2017 16:14 WIB
prodia widyahusada
Melonjak 49,3%, Prodia Bukukan Laba Rp88 Miliar
Manajemen Prodia saat melakukan papara publik penawaran umum saham perdana. (FOTO: ANTARA/Arya)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Prodia Widyahusada Tbk membukukan kenaikan laba bersih sebesar 49,3 persen menjadi Rp88,13 miliar pada 2016 jika dibandingkan 2015 seiring dengan pendapatan yang juga tumbuh.

"2016 dapat kami lalui dengan kinerja baik, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif, termasuk berhasilnya Prodia mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Hal ini terwujud berkat dukungan dari tim dan seluruh pemangku kepentingan di Prodia," kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 18 Maret 2017.

Ia menambahkan bahwa 2016 merupakan tahun yang sangat penting bagi Prodia yang berkomitmen memberikan kinerja positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan pasca pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) pada awal Desember 2016.

Sementara itu tercatat pada 2016 pendapatan perseroan meningkat sebesar 13,4 persen menjadi Rp1,358 triliun dibandingkan 2015. EBITDA perseroan juga meningkat 19,3 persen di 2016 dan EBITDA margin 15,4 persen.

"Kinerja positif ini ditopang dengan bertambahnya jejaring layanan yang telah menyebar di 31 provinsi di Indonesia," paparnya.

Dewi mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperluas jejaring layanan dengan menjalankan inisiatif strategis untuk memperkuat daya saing. Hingga akhir 2016, Prodia telah memiliki jejaring layanan sebanyak 259 gerai Prodia, terdiri dari 129 laboratorium klinik (termasuk empat di antaranya dengan tambahan izin dan layanan klinik Prodia Health Care/PHC), satu PHC stand alone, dua klinik khusus, sembilan laboratorium Rumah Sakit, dan 118 Point of Care (POC) Service di klinik dokter yang tersebar di 31 provinsi dan 106 kota di Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa pasar kesehatan di Indonesia masih terbuka luas. Frost and Sullivan memperkirakan pasar tes laboratorium swasta di Indonesia berada pada kisaran USD615 juta pada 2015 dan menjadi USD817 juta pada 2017 atau bertumbuh dengan CAGR sebesar 15,2 persen.

"Pertumbuhan pasar laboratorium swasta ini akan menjadi salah satu pertumbuhan yang tercepat pada  industri  kesehatan di Indonesia," katanya.

Sejalan dengan rencana IPO, lanjut dia, dalam rencana ekspansi lima tahun mendatang perseroan akan menambah dua laboratorium rujukan berskala regional di Sumatera dan Jawa, 33 laboratorium klinik dan 12 Klinik khusus yang baru.

Dalam lima tahun mendatang, tambah Dewi, Prodia menargetkan tetap menjadi pemimpin di laboratorium swasta dan menjadi referensi laboratorium di seluruh Indonesia dengan konsep pelayanan wellness healthcare yang berbasis pengelolaan kesehatan individu (personalized medicine) bagi pelanggan umum di klinik PHC dan klinik khusus Prodia Children Health Centre (PCHC), Prodia Women's Health Centre (PWHC), dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).


(AHL)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA