Pelita Samudera Alokasi USD50 Juta untuk Ekspansi Kapal

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 09 Jan 2019 18:52 WIB
emiten
Pelita Samudera Alokasi USD50 Juta untuk Ekspansi Kapal
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menganggarkan dana belanja modal sebesar USD40 juta sampai USD50 juta atau setara Rp564 miliar-Rp705 miliar (Rp14.100 per USD) di sepanjang 2019. Dana itu untuk pembelian kapal tunda, tongkang, dan kapal induk.

"Tapi dana dipakai sesuai dengan perkembangan dan kondisi yang ada di pasar," ucap Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping Imelda Agustina Kiagoes dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Dia mengatakan untuk mendukung program ekspansi di tahun ini, perusahaan sudah menyiapkan rencana strategis yang tujuannya bisa mengoptimisasi kapasitas posisi keuangan. Pastinya, sesuai dengan target perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan nilai tambah yang lebih tinggi bagi para pemegang saham.

Pada 2018, kata dia, perseroan sudah menghabiskan dana sekitar USD19,8 juta. Dana itu digunakan untuk membeli satu unit kapal induk kelas Handysize dan satu unit kapal tunda.

"Serah terima kedua unit tersebut di penghujung 2018, sehingga dengan demikian perseroan mengakhiri 2018 dengan total armada sebanyak 80 unit, yang terdiri dari 38 unit kapal tunda, 37 unit tongkang, tiga unit fasilitas muatan apung, dan dua unit Kapal Induk (MV) kelas Handysize dibandingkan dengan 77 unit di 2017," jelas dia.

Penambahan armada ini, lanjut dia, menunjukkan komitmen berkelanjutan perseroan untuk melayani basis pelanggan yang lebih besar dan menggarap potensi pasar logistik yang baru di Indonesia seiring usaha pemerintah yang sedang menggenjot infrastruktur berbasis maritim.

"Seperti pembangunan beberapa pelabuhan baru, bangkitnya industri pengolahan mineral Indonesia, dan tambahan pembangkit milik PLN, yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan untuk industri logistik di Tanah Air," sebut dia.

Seluruh investasi di 2018 dibiayai internal. Perseroan berinvestasi sekitar USD9,7 juta untuk satu unit MV Handysize (32 ribu dwt). "Termasuk perlengkapan tambahan dan bendera) dan menamakan MV baru ini," pungkas dia.


(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA