Rupiah Rentan di Zona Merah

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 11 Jul 2017 09:22 WIB
kurs rupiah
Rupiah Rentan di Zona Merah
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mata uang rupiah terhadap‎ dolar AS (USD) masih rentan mengalami pelemahan lanjutan. Hal itu karena masih belum adanya sentimen positif yang membuat rupiah berbalik menguat.

"Rupiah masih akan kembali mengalami pelemahan lanjutan. Di samping belum adanya sentimen positif, pelemahan juga diakibatkan USD yang menguat karena positifnya rilis data ketenagakerjaan yang ada di AS," tutur ‎Analis Senior PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, dalam riset hariannya, Selasa 11 Juli 2017.

Tak hanya itu, kenaikan USD juga dibayangi dengan pengeboran tinggi di AS dan pasokan minyak yang cukup dari negara-negara OPEC dan non-OPEC. Meski, pergerakan harga minyak yang sempat menguat. "Tapi laju rupiah masih mengalami pelemahan," papar dia.

Masih adanya potensi pelemahan, Reza memperkirakan, gerak mata uang Garuda akan bergerak di kisaran support Rp13.422 per USD, sedangkan posisi resisten berada di Rp13.387 per USD. "Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuka peluang pelemahan kembali dari rupiah," jelas Reza.

Selain data ketenagakerjaan dan pasokan minyak yang cukup, bilang Reza, gerak USD yang cenderung menguat, lantaran untuk mengantisipasi pernyataan dari The Fed. "Bukan hanya itu, ekspektasi akan dovish-nya kebijakan moneter BoJ telah menekan yen Jepang dan memberikan peluang pada kenaikan USD," tegas Reza.

Gerak mata uang negeri Paman Sam yang kembali menguat tentu menghalangi peluang rupiah untuk menguat. "Ditambah lagi masih adanya potensi kenaikan imbal hasil obligasi global yang membuat posisi USD masih kuat," pungkas Reza.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA