BEI: Virus Ransomware wannaCry Belum Ganggu Perdagangan

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 16 May 2017 14:46 WIB
beicyber security
BEI: Virus <i>Ransomware wannaCry</i> Belum Ganggu Perdagangan
Petugas memeriksa jaringan komputer di BEI, Jakarta, Senin (15/5). (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI)‎ memastikan sistem keamanan perdagangan saham di pasar modal Indonesia sangat baik, sehingga tidak bisa ditembus virus apa pun, seperti ransomware wannaCry yang terjadi belakangan ini. Pelaku pasar (investor) pun diklaim nyaman dalam menjalankan transaksi perdagangan akhir-akhir ini.

Sebagaimana diketahui virus ransomware sudah menghentikan aktivitas pabrik mobil, rumah sakit, sekolah, dan organisasi lainnya yang ada di sekitar 100 negara.

"Alhamdulillah, Insya Allah kita aman. Memang sistem kita dedicated. Tidak menggunakan jalur publik, terutama untuk perdagangan saham," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat kepada Metrotvnews.com, Selasa 16 Mei 2017.

Sampai saat ini, Samsul mengaku belum ada tanda-tanda gangguan akibat virus ransomware wannaCry. Karena, perdagangan dan transaksi saham masih berjalan normal untuk sampai‎ saat ini.

Selain itu, bursa juga telah‎ mengantisipasi setiap kejadian, di mana ketika virus yang begitu menakutkan saat ini merusak perdagangan bursa. Antisipasi tersebut juga terlihat dengan banyaknya tim IT yang dimiliki bursa.

"Kita sudah antisipasi semua itu. Kita juga punya banyak IT," pungkas Samsul.



Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio sudah pernah mengatakan, bursa memiliki sistem yag berlapis sehingga bisa menghadang berbagai virus yang ada, termasuk virus ransomware. Walaupun demikian, bursa tetap khawatir akan acaman virus tersebut.

"Setiap transaksi per broker diperiksa detail selalu. Berlapis keamanannya. Walaupun saya juga deg-degan," kata Tito.

‎Bursa, bilang Tito, tiap pagi sebelum pembukaan perdagangan, atau tepatnya pada pukul 07.00 WIB selalu melakukan pengecekan rutin. Dengan begitu, semua yang berkaitan perusakan perdagangan saham tidak akan terjadi.

‎Lanjut Tito, dirinya juga tidak perlu meningkatkan ketahanan sistem. Sebab, sistem keamanan di bursa sudah melebihi batas maksimum sistem ketahanan yang ada.‎

"Karena maksimum tambah dua persen pengamanan. Ini maksimum nih, kita selalu tambah kok, kayak pesawat saja. Pesawat itu kekuatan sayap akan 10 kg, dia tambah jadi 12 kg. Itu sudah otomatis. Ada atau tidak ada," tegas Tito.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA