Rupiah Berpeluang Melemah Tipis

Angga Bratadharma    •    Selasa, 08 Aug 2017 08:15 WIB
kurs rupiah
Rupiah Berpeluang Melemah Tipis
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang lambat di kuartal II-2017 dan obligasi jadi incaran. Gerak nilai tukar rupiah stabil di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (USD) yang relatif tajam di pasar Asia pada perdagangan Senin.

"Sentimen penguatan di pasar obligasi semakin intensif setelah data pertumbuhan kuartal II-2017 diumumkan hanya stabil dan berada di bawah ekspektasi pasar," ungkap Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Dengan inflasi yang terjaga rendah maka hal itu mulai membangkitkan harapan pelonggaran moneter di masa depan yang juga berpotensi menekan imbal hasil dan mengangkat harga obligasi. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka menguat di Senin pagi, juga menjadi pertanda pesimisme yang tumbuh.

"Fokus langsung beralih ke consumer confidence index Juli 2017 yang diperkirakan turun tipis. Rupiah berpeluang sedikit melemah di perdagangan hari ini," tutur Rangga.

Sementara itu, penguatan USD belum konsisten dan data perdagangan Tiongkok ditunggu. Respons penguatan USD terhadap data serapan tenaga kerja yang baik ternyata tidak bertahan lama. Itu bisa berarti harapan terhadap prospek pertumbuhan yang solid ke depan, begitu juga dengan harapan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target lanjutan yang  belum begitu tinggi.

"Imbal hasil obligasi global terlihat semakin naik merespons harga minyak mentah yang konsisten naik. Pagi ini ditunggu data perdagangan China yang surplus neracanya diperkirakan melebar, sejalan dengan cadangan devisa China Juli 2017 yang juga naik," pungkas Rangga.


(ABD)