Analis Perkirakan Ruang Penguatan Rupiah Masih Terbuka

Angga Bratadharma    •    Selasa, 16 May 2017 09:08 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Ruang Penguatan Rupiah Masih Terbuka
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Surplus perdagangan tercatat menipis dan gerak nilai tukar rupiah masih mengalami penguatan. Nilai tukar rupiah masih mengalami kenaikan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin bersamaan dengan kurs lain di Asia.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, walaupun surplus neraca perdagangan April 2017 menipis akibat koreksi harga komoditas yang Indonesia ekspor, namun lemahnya USD di pasar global serta kembali masuknya aliran dana asing ke Surat Utang Negara (SUN) memberikan pasokan likuiditas USD yang cukup untuk mendorong apresiasi rupiah.

"Ruang penguatan rupiah masih terbuka," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Di sisi lain, USD melanjutkan pelemahan dan harga minyak dunia semakin pulih. Sentimen pelemahan USD berlanjut hingga dini hari tadi. Walaupun belum ada rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) terbaru, tetapi saat ini ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target perlahan terkoreksi.

"Kenaikan harga minyak mentah yang dipicu komitmen Arab Saudi dan Rusia untuk melanjutkan pembatasan produksi, turut serta mendorong pelemahan USD. Fokus saat ini tertuju pada data perumahan serta capacity utilization AS yang akan rilis malam nanti –semuanya diperkirakan membaik," kata Rangga.

 


(ABD)