IHSG Diperkirakan Menguat

Angga Bratadharma    •    Senin, 10 Jul 2017 09:16 WIB
ihsg
IHSG Diperkirakan Menguat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Data pekerjaan atau non-farm payrolls yang melebihi ekspektasi mendorong kenaikan bursa Amerika Serikat (AS) pada Jumat lalu. Di minggu ini, fokus investor diperkirakan akan segera beralih ke earnings season, di mana Citigroup, Wells Fargo, dan JP Morgan Chase dijadwalkan melaporkan kinerjanya dalam waktu dekat.

Samuel Research Team menyebut, di Eropa, pertemuan G20 menjadi perhatian investor, di mana Presiden AS Trump bertemu dengan Presiden Putin dan diharapkan akan membuat suasana membaik seiring adanya ketegangan terkait geopolitik dan campur tangan Rusia pada pemilu AS yang lalu.

"Sementara itu, European Central Bank (ECB) masih membahas perihal stimulus ekonomi untuk mendukung perekonomian zona euro," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 10 Juli 2017.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami penguatan pada hari ini sejalan dengan penguatan bursa AS pada Jumat lalu dan sejumlah bursa pagi ini. Nilai tukar rupiah masih perlu diperhatikan seiring tekanan jual asing yang cenderung menekan rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, tekanan jual asing baik di pasar saham maupun obligasi membuat pergerakan nilai tukar rupiah dalam tekanan pelemahan. Meredanya pelemahan obligasi global, diperkirakan bisa meredakan pelemahan rupiah walaupun saat ini dolar index mulai mengembalikan penguatannya.

"Cadangan devisa Bank Indonesia (BI) yang diumumkan turun bulan lalu menunjukkan komitmen menjaga stabilitas," tegas Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Adapun serapan tenaga kerja AS baik dan gerak USD mengembalikan kekuatan. Dolar index mulai konsisten menguat terpicu oleh data serapan tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi.

 


(ABD)