Pergerakan Rupiah Diprediksi Masih Mampu Menguat

Angga Bratadharma    •    Senin, 07 Aug 2017 08:00 WIB
kurs rupiah
Pergerakan Rupiah Diprediksi Masih Mampu Menguat
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2017 ditunggu dan diperkirakan belum terlalu bergerak cepat. Gerak nilai tukar rupiah mengalami penguatan di perdagangan Jumat dan terdorong oleh sentimen global yang mendukung pelemahan dolar Amerika Serikat (USD).

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, hari ini kembalinya penguatan USD akibat baiknya data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) bisa memicu pelemahan. Fokus juga tertuju pada rilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2017 yang diperkirakan naik tipis ke 5,07 persen YoY dari 5,01 persen YoY.

"Bank Indonesia (BI) yang mulai menunjukkan tendensi dovish bisa membantu penguatan rupiah melalui penguatan Surat Utang Negara (SUN). Ruang penguatan rupiah masih tersedia," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Sementara itu, serapan tenaga kerja AS mulai mengalami perbaikan dan harga minyak masih kuat. Dolar index menguat tajam di perdagangan Jumat malam, merespons data serapan tenaga kerja serta tingkat pengangguran AS yang relatif baik.

Sedangkan pernyataan Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS yang mempromosikan pengurangan pajak korporasi juga ikut mengangkat optimisme terhadap USD. Pergerakan USD yang sempat mengalami pelemahan di Asia menjelang akhir pekan lalu diperkirakan bisa menguat.

Imbal hasil global bergerak bervariasi dan arah kebijakan dari Bank Indonesia (BI) lebih dovish. Walaupun imbal hasil UST naik akibat baiknya data serapan tenaga kerja Amerika Serikat tetapi imbal hasil obligasi negara lain terlihat masih di tren turun.

"Kondisi itu menandakan bahwa saat ini harapan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target lanjutan masih rendah," pungkas Rangga.


(ABD)