Cerita Bos BEI terkait Dorongan Pemerintah bagi Pasar Modal

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 17 Aug 2017 13:50 WIB
pasar modal
Cerita Bos BEI terkait Dorongan Pemerintah bagi Pasar Modal
IHSG. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kinerja pasar modal Indonesia tampil gemilang dalam dua tahun belakangan ini. Tingkat kapitalisasi pasar (maket cap) yang tembus lebih dari Rp6.300 triliun dan posisi IHSG yang sudah bertengger di posisi 5.900, tak terlepas dari hasil kerja keras serta dorongan pemerintah yang telah dilakukan selama ini.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat wawancara khusus bersama Metrotvnews.com.

"Support pemerintah yang banyak mungkin untuk BEI.‎ Saya melihat hasil kerja pemerintah sangat baik. Seperti program tax amnesty sangat membuat tata kelola fiskal kita itu membaik, yang akhirnya memberikan dampak yang baik bagi pasar modal," kata Tito.

Ketika fiskal membaik, bilang Tito, hal itu memberikan sentimen positif pula kepada niatan pemerintah yang akan menyusutkan tingkat suku bunga. Tak hanya itu, berdampak pula kepada peningkatan cadangan devisa Indonesia.

"Cadangan devisa kita highest ever, sudah lebih dari Rp1.400 triliun, tidak pernah sebelumnya terjadi. Jadi kalau ada orang bilang ekonomi Indonesia ada problem, secara number tidak, rupiah setahun terakhir menguat, cadangan devisa highest ever, GDP terbesar, dan ini membuat bunga turun, inflasi terjaga," tutur pria yang memiliki hobi mengendarai motor gede (moge).

Perbedaan suku bunga BI dan inflasi yang hanya sekitar satu persen, menurut dia, cukup bagus bagi ekonomi Indonesia. Karena, sebelumnya sempat berbeda hingga 3,5 persen. 

"Ini bagus beda satu persen, dulu pernah 3,5 persen. Oke lah negara lain negatif, tapi ini sudah bagus untuk kita," celoteh Tito yang sempat mengenyam karier di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Bagusnya kinerja bursa pun diangkat oleh pemberian rating investment grade yang belum ini diberikan oleh lembaga Standard and Poor's (S&P). Peringkat yang diberikan, tak lepas dari tata kelola manajemen fiskal yang dijaga ketat oleh pemerintah.

"Dan juga dengan kekuatan APBN negara. Oke, itu membuat trust orang kepada Indonesia jadi lebih naik, membuat trust orang ke pasar modal jadi naik. Itu kalau ditanya, bagaimana peran pemerintah membuat positif bagi pasar modal kita," pungkas Tito. 



(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

18 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA