IHSG Diprediksi Bergerak Datar

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 Aug 2017 08:46 WIB
ihsg
IHSG Diprediksi Bergerak Datar
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks Amerika Serikat (AS) semalam kembali ditutup mengalami pelemahan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan ancamannya terhadap Korea Utara bila negara itu meneruskan tes peluncuran misil ke area dekat Guam, perairan Samudera Pasifik, tempat pangkalan strategis angkatan laut dan udara AS.

"Dari update data makro terkini, data jobless claims tercatat inline di 244.000 dan tetap mengindikasikan kuatnya lapangan pekerjaan di AS. Sementara data inflasi produsen tercatat turun ke level 1,9 persen yoy (sebelumnya 2,0 persen yoy)," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Dari pasar komoditas, harga minyak tercatat datar di US$51,9 per barel namun dipenuhi sentimen positif. Data persediaan minyak mentah US tercatat turun 6,5 juta barel atau 6,5 persen yoy ke 475,4 juta dan Irak menyetujui pemangkasan produksi usai pertemuan Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih dengan Menteri Energi Irak Jabbar al-Luaibi.

"Harga batu bara kembali menguat dan harga emas juga menguat ke USD1.288 per toz merespons ketegangan AS-Korea Utara," tutur Samuel Research Team.

Sementara itu, Samuel Research Team memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) datar di sepanjang hari ini lantaran menanti data balance of payment, trade balance dan penjualan 2W dan 4W. Nilai tukar rupiah ditransaksikan stabil di 13.334 sementara pasar EIDO tercatat stagnan.

Di sisi lain, tensi geopolitik meningkat dan harga emas naik tajam. Tensi geopolitik meningkat sehingga mendorong kenaikan aset safe haven seperti emas, UST dan yen, kecuali USD. Dengan Trump yang semakin fokus terhadap masalah geopolitik, perhatian terhadap rencana stimulus fiskal diperkirakan berkurang.

"Sehingga kondisi ini menekan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh the Fed ke depan dan direspons dengan pelemahan USD dan penurunan imabl hasil. Penurunan USD dan imbal hasil bisa tertahan jika inflasi AS Juli 2017 yang dirilis nanti malam naik," ujar Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta.


(ABD)