Tawarkan Bunga hingga 4,95%, Chandra Asri Terbitkan Notes USD300 Juta

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 09 Nov 2017 15:54 WIB
chandra asri petrochemical
Tawarkan Bunga hingga 4,95%, Chandra Asri Terbitkan Notes USD300 Juta
Direktur TPIA Suryandi (kanan). (FOTO: MTVN/Dian Ihsan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menerbitkan surat utang (notes) sebesar USD300 juta atau setara Rp4,05 triliun (Rp13.500 per USD). Adapun notes yang diterbitkan memiliki tenor tujuh tahun, dengan bunga yang ditawarkan 4,95 persen per tahun.

Direktur TPIA Suryandi mengatakan, dana penerbitan notes bakal digunakan perusahaan untuk belanja modal terkait peningkatan kapasitas produksi atau diversifikasi produk, serta belanja modal lainnya untuk lebih mengerek skala usaha bisnis perusahaan.

"Hal ini juga menandai kembalinya perseroan ke pasar obligasi USD sejak 2010, dan merupakan bukti transformasi perseroan serta dukung investor terhadap manajemen," kata Suryandi, saat ditemui bincang-bincang bersama wartawan di bilangan SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Dia menambahkan, perseroan akan menanggung bunga sejak 8 November 2017 yang dibayarkan setiap enam bulan mulai 8 Mei 2018. Bunga notes dapat dibeli (callable) oleh perusahaan mulai 8 November 2021, dan akan jatuh tempo pada 8 November 2014.

Notes yang diterbitkan ini diakuinya dijamin tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan oleh entitas anak penjamin, yakni PT Styrindo Mono Indonesia dan PT Petrokimia Butadiene Indonesia. Penerbitan ini mendapat peringkat Ba3 oleh Moody's, peringkat B+ oleh S&P, dan peringkat BB- oleh Fitch Ratings.

Tingkat kepercayaan investor yang tinggi terhadap perusahaan, sambung dia, membuat permintaan penerbitan notes dari investor global menyebabkan oversubscribed hingga 11,3 kali (USD3,4 miliar). Sehingga memungkinkan untuk menekan sebesar 40 basis poin menjadi reoffer yield menjadi sebesar 5,10 persen per tahun.

"Order book akhir juga tetap solid di atas USD2,2 miliar (oversubscribed hingga 7,3 kali) yang terdiri dari 189 akun, sebanyak 85 persen berasal dari investor institusi ternama (prime) meliputi fund manager global, dana pensiun, agen asuransi, korporasi, bank, dan lain-lain," jelas Suryandi.

Untuk yang bertindak sebagai Joint Arranger and Bookrunners Global dalam penerbitan notes anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini terdiri dari Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd., DBS Bank Ltd, The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited, dan Singapore Branch.

"Deutsche Bank AG, Hong Kong Branch, dan Mandiri Securities Pte. Ltd juga turut berpartisipasi sebagai Joint Bookrunners," pungkas Suryandi.


(AHL)