IPO, Anak Usaha Pelindo II Tawarkan Harga hingga Rp530/Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 28 Nov 2017 15:58 WIB
jasa armada indonesia
IPO, Anak Usaha Pelindo II Tawarkan Harga hingga Rp530/Saham
Presiden Direktur Jasa Armada Indonesia Dawam Atmosudiro. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan)

Jakarta: Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) PT Jasa Armada Indonesia Tbk atau IPC Marine Service akan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) ke publik.

Jasa Armada Indonesia akan menerbitkan saham sebanyak 1.743.987.600 saham baru dengan penawaran harga sebesar Rp325-Rp530 per saham. Artinya dana yang akan diraup oleh perseroan sekitar Rp566,79 miliar hingga Rp924,31 miliar.

"Dari total saham yang ditawarkan, kami mengalokasikan 10 persen untuk karyawan melalui program employee stock allocation (ESA)," kata Presiden Direktur Jasa Armada Indonesia Dawam Atmosudiro saat ditemui dalam Paparan Publik IPO, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

Dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 90 persen akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan ke depannya. Sedangkan sisanya sebesar 10 persen untuk modal kerja.

"Kami berencana menambah armada untuk segmen bisnis ship to ship (STS), jalur kanal, dan pelabuhan swasta," tutur Dawam.

Untuk menyukseskan rencana IPO, kata Dawam, perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriters). Sedangkan, PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana.

Adapun masa penawaran awal (bookbuilding) IPO dari 28 November 2017 hingga 5 Desember 2017. Sedangkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan diperoleh pada 13 Desember 2017.

"Masa penawaran umum dilaksanakan pada 15-18 Desember 2017. Sementara, pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat dilakukan pada 22 Desember 2017," pungkas Dawam.


(AHL)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

1 hour Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA